Uncategorized  

Ini Cara Orang Dayak Cermati Gerhana Matahari Total

MITOS NAGA

Suku Dayak Maanyan juga mengenal mitos seputar gerhana. Legenda rakyat yang berkembang di Ma’ayan melukiskan peristiwa itu sebagai ketika bulan atau matahari ditelan naga. Dalam konteks ini, tetua suku dan warga akan menggelar ritual khusus saat gerhana matahari.

Darlen yang merupakan tetua Desa Bundar menyebutkan, saat gerhana matahari terjadi, warga Suku Maanyan akan membuat sesajen dan tarian khusus.

“Masyarakat akan beramai-ramai keluar dari rumah dan melakukan tarian khusus untuk tolak bala,” kata Darlen.

Sebagian lainnya akan memukul gong, gendang, dan benda-benda lainnya yang bisa mengeluarkan bunyi nyaring nan keras.

“Dengan suara bunyi-bunyian yang keras itu diharapkan naga yang menelan matahari bisa cepat-cepat mengeluarkannya lagi, sehingga bulan atau matahari bisa memencarkan cahayanya kembali,” kata Darlen.

Tradisi Dayak Maanyan yang seperti ini masih diterapkan di daerah di mana Darlen berada, sedangkan tempat-temnpat lain sudah relatif meninggalkannya.

Salah seorang pemuda Dayak Maanyan, Asuradi, mengatakan tradisi seperti memukul gong, kuali, panci lesung atau benda lainnya yang menimbulkan bunyi-bunyian keras pada saat gerhana, sudah mulai terlupakan.

“Terutama bagi masyarakat suku Dayak Maanyan yang berdomisili di perkotaan,” kata Asuradi.

Sebaliknya, warga Dayak Maanyan di pedesaan, terutama mereka yang bertani dan berkebun, masih menjunjung tinggi tradisi memukul benda sampai terdengar nyaring manakala gerhana terjadi.

“Biasanya tradisi tersebut akan dilakukan oleh warga beramai-ramai dengan sendirinya tanpa ada yang memandunya,” ujar Asuradi.

Ia berharap tradisi semacam ini dilestarikan, bukan hanya demi menjaga warisan budaya tetap abadi, namun juga demi anak cucu manusia. (Liputan6)

 

Editor : Maya Ch

Exit mobile version