Jadi Tulang Punggung Keluarga, Sakiyah Pasrah Tak Bisa Kerja Akibat Jari Putus Diterkam Buaya

Bontang. Sakiyah (55) Warga RT 47 Berebas Tengah yang diterkam buaya merupakan tulang punggung keluarga. Dari keterangan Bhabinkamtibas Berebas Tengah Aipda Rudi Antoro, korban sehari-harinya bekerja mencuci dan menyetrika pakaian di salah satu rumah di kawasan PT Badak.

“Beliau masuk rumah tangga miskin, dia tulang punggung keluarga,” katanya.

Akibat diterkam buaya, jari jempol sebelah kanan Sakiyah putus, belum lagi ia harus merasakan sakitnya cabikan hewan predator yang membuat pahanya sobek. Ditengah kesakitannya, Sakiyah justru memikirkan nasibnya yang nantinya akan susah bekerja akibat luka tersebut.

“Astagfirullah, jariku hilang, kayak apa nanti aku kerja ya Allah,” kata Sakiyah saat berada di rumah sakit Badak LNG.

Kejadian ini pun telah sampai ke telinga Lurah Berebas Tengah Muhammad Mahfuz. Ia mengatakan akan mengupayakan bantuan terhadap warganya yang tertimpa musibah.

“Kita akan upayakan bantuan baik melalui dinas terkait, para pengusaha di Berebas Tengah, maupun swadaya dari masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Sakiyah mencari kangkung di kolam pinggiran area golf PT Badak, Minggu (8/9) sekitar pukul 07.48 Wita. Saat tengah memetik kangkung, tiba-tiba saja ia disambar buaya yang diperkirakan berukuran 3 sampai 4 meter. Akibatnya, ia harus dirawat di rumah sakit akibat luka serius yang dideritanya, ia juga mendapatkan banyak jahitan. Kini, Sakiyah telah dirujuk ke rumah sakit Samarinda. (*)

Laporan : Yuli