Pekerjaan TA Pabrik 3 Ammonia Dimulai, Peserta Diimbau Utamakan K3 Ditengah Pandemi Covid-19

Bontang. Direktur Produksi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk kaltim) Bagya Sugihartana, secara resmi membuka pelaksanaan Turn Around (TA) Pabrik 3 Ammonia yang berlangsung di Gedung Maintenance Untited Pupuk Kaltim, pada Selasa (5/5/2020).

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan TA pabrik 3 Ammonia kali ini dilaksanakan ditengah wabah pandemi COVID-19 (Virus Corona). Olehnya komitmen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Safety Commitment) seluruh peserta TA kali ini sangat diutamakan, selain diminta untuk mengutamakan pengendalian risiko K3, mereka juga diminta untuk memperhatikan dan mengantisipasi penyebaran COVID-19 ditengah-tengah pelaksanaan pengerjaan TA .

Adapun Acara Safety Commitment yang dilakukan dengan kick of meeting ini diawali dengan penyampaian protokol penaganan dan pencegahan COVID-19 kepada seluruh perseta TA. Disampaikan secara ringkas, ada beberapa langkah yang diambil perusahaan untuk mengantisifasi dan melindungi karyawan maupun para kontraktor peserta TA dalam penyebaran COVID-19, yakni memberikan penyemprotan disinfektan dan penyediaan hand sanitizer secara berkala.

Juga mengisolasi dan memantau karyawan atau kontraktor yang berasal dari luar daerah dilakukan minimal 14 hari untuk mengetahui yang bersangkutan terinfeksi atau tidak. Melakukan deteksi suhu tubuh setiap orang yang masuk bekerja dengan infrared sensor atau thermo gun bisa menjadi langkah pencegahan penularan COVID-19. Terakhir menerapkan social distancing, seperti mengatur jarak bekerja atau tidak berkerumum.

Mengawali sambutan, Manager Turn Around Akhmad Rosadi , melalui video conference mengharapkan pekerjaan TA yang dilaksanakan kurang lebih selama 25 hari dapat terlaksana tanpa kendala dan tepat waktu.

“Saya menghimbau seluruh peserta Turn Around untuk mengutamakan K3 terlebih di tengah menghadapi wabah pandemi virus COVID-19,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Produksi Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana, manegaskan bahwa dalam pelaksanaanya, TA menitikberatkan pada kajian dan pengendalian aspek keselamatan kerja dan lingkungan hidup, dengan melihat permasalahan yang ada. Seperti masih sering terjadinya gangguan pabrik pasca TA. Kurangnya konsistensi dalam upaya mencegah timbulnya kondisi tidak aman bagi pekerja,serta kualitas pekerjaan yang masih perlu ditingkatkan.

“Olehnya Safety commitment ini bentuk penegasan akan komitmen seluruh peserta dan manajemen Pupuk Kaltim, bahwa keselamatan merupakan tanggungjawab bersama, terlebih ditengah merebaknya wabah virus COVID-19. Saya menekankan agar seluruh Karyawan ataupun pekerja kontraktor agar melaksanakan tindakan protokol pencegahan seperti perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari Wabah Corona,” jelasnya.

Laporan: Aris