Perayaan Natal di Tengah Pademi COVID-19

Bontang.  Hari Raya Natal telah tiba, namun kali ini terasa begitu berbeda. Hal ini terasa lantaran umat Kristiani harus merayakan hari raya Natal di tengah pandemi COVID-19. Hal tersebutpun dirasakan oleh Anggota Jemaat Gereja yang ada di Kota Bontang, ada yang merayakan Natal dengan langsung beribadah di Gereja dengan protokol kesehatan yang ketat, ada juga yang memilih menggunakan media daring sebagai solusinya.

Gereja Toraja Jemaat Sion Kanibungan yang berada di Kelurahan Guntung merupakan salah satu Gereja yang tetap melaksanakan ibadah di Gereja saat Hari Raya Natal. Vinson yang merupakan salah seorang Anggota Jemaatnya mengatakan bahwa dirinya dan keluarga tetap melakukan ibadah Natal rutin seperti tahun-tahun sebelumnya, walaupun di tahun ini ada yang berbeda, yaitu penerapan protokol kesehatan yang dilakukan pihak Gereja untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Dikatakannya penerapan protokol kesehatan seperti social distance atau jaga jarak dilakukan secara ketat, dimana 1 kursi panjang yang biasanya digunakan untuk 4 orang dewasa maka kali ini hanya boleh diisi 2 orang dewasa. Dan ibadah yang biasanya dilaksanakan hanya 1 kali, pada tahun ini dibagi menjadi 2 sesi yaitu pagi dan sore agar protokol kesehatan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dalam ibadah Natal kali ini juga dilaksanakan sakramen Baptisan Kudus kepada anak Anggota Jemaat Gereja Toraja Jemaat Sion Kanibungan yang belum dibaptis.

“Ada suasana yang berbeda dalam pelaksanaan natal tahun ini, perayaan natal yang biasanya dibuat masing-masing organisasi gereja, pada tahun ini dibatasi dan dilaksanakan lebih sederhana tetapi tidak mengurangi makna natal yang dirasakan. Pembatasan ibadah Natal sesuai dengan protokol kesehatan tidak membatasi sukacita natal yg jemaat rasakan, sukacita dalam kesederhanaan memberi kekuatan bagi jemaat untuk tetap taat dalam beribadah sesuai dengan anjuran dari pemerintah,” ungkapnya.

Pada Natal kali ini Vinson berharap pandemi segera berakhir sehingga kerinduan jemaat untuk bisa beribadah seperti biasa dapat segera terwujud.

Semangat yang sama juga dirasakan oleh Ulpa Palungan yang merupakan Anggota Jemaat Gereja Toraja Kanaan, walaupun pada tahun ini Ulpa beserta keluarga tidak bisa langsung datang ke Gereja untuk merayakan Natal, tetapi menggunakan live streaming melalui media youtube untuk merayakan Natal bersama dengan Anggota Jemaat lainnya.

Hal tersebut dilakukan pihak Gereja Toraja Kanaan agar tidak menimbulkan kerumunan di tengah pandemi COVID-19 ini, mengingat Anggota Jemaat mereka yang sangat banyak. Ulpa mengatakan walaupun tidak bisa beribadah di satu tempat dengan Anggota Jemaat lainnya tetapi dapat berjumpa dengan unat kristiani lainnya walaupun melalui daring merupakan sesuatu yang harus disyukuri atas kasih tuhan. Pandemi bukan berarti tidak bisa merayakan sukacita Natal, tetapi dengan pandemi maka kita belajar untuk menyambut sukacita Natal dengan sederhana dan kekeluargaan yang makin kuat.

“Harapannya Natal tahun ini, saya semakin percaya dengan iman bahwa apapun yang dialami saat ini, Allah beserta kita, IMANUEL. Semoga pandemi ini cepat berlalu, dan kita bisa kembali beraktifitas seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Laporan: Rudy