Tsaltsa Anin Nur Humaira Wakili Kaltim di Lomba Bercerita Tingkat Nasional

Bontang. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) menggelar Lomba Bertutur Bagi Siswa SD/MI Tingkat Nasional Tahun 2020. Grand final yang digelar secara daring, digelar sejak 7 hingga 11 September 2020 dan diikuti sebanyak 34 siswa dari seluruh provinsi di indonesia. Tsaltsa Anin Nur Humaira salah satunya, siswa kelas 5 asal SD IT Yabis Bontang ini adalah perwakilan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di ajang tahunan kali ini.

Menggunakan seragam merah putih dihiasi aksesoris khas dayak, pendogeng cilik ini membawakan cerita yang berjudul ayus dan siluq. Kisah asal-usul terjadinya anak sungai mahakam di wilayah Kaltim, dongeng tersebut dibawakannya dengan menampilkan teknik bercerita yang variatif dan nuansa khas budaya anak dayak.

Tsaltsa tampil natural dengan kelucuan dan keluguannya saat membawakan cerita. Meski demikian. Siswa yang akrab disapa caca ini tetap mampu menampilkan ekspresi dan teknik bercerita untuk membawa para penonton larut dalam alur cerita yang imajinatif. Penampilannya pun berhasil memukau berbagai pihak mulai dari guru, kepala sekolah, hingga berbagai pihak dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dan Provinsi Kaltim yang menyaksikan dirinya bercerita.

Kepala sekolah SD IT Yabis Syahnan, mengatakan Caca memiliki segudang prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik, salah satunya yakni juara 2 pildacil kota, Juara 1 menghafal warna, hingga yang terbaru yakni juara 1 lomba bertutur tingkat Provinsi Kaltim. Lomba bertutur tingkat nasional ini pun diharapkan bisa menambah prestasi caca dan sekaligus mengharumkan nama Provinsi Kaltim dan Kota Bontang khususnya.

“Melalui lomba ini caca diharapkan dapat menjadi teladan dan memotivasi bagi teman-teman yang ada di sekolahnya,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bontang Retno menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan Caca dalam ajang tingkat nasional ini pun cukup lama yakni sekitar 4 bulan lamanya. Tidak hanya dari pihak sekolah saja, namun dari dinas perpustakaan dan kearsipan kota bontang juga turut memberikan pembinaan kepada caca selama proses hingga berhasil menuju grand final lomba bertutur tingkat nasional.

“Lomba bertutur sendiri diharapkan dapat menumbuhkan budaya minat dan gemar membaca bagi anak-anak melalui berbagai bahan bacaan dan media, selain itu juga menanamkan cinta budaya bangsa, membangun karakter, kecerdasan, inovasi, dan daya kompetitif anak,” harapanya.

Laporan: Sary | Faisal