Wacana Wawali Relokasi Pedagang Basah Ditolak Pedagang Ikan dan Ayam

Bontang. Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) rupanya masih menyisihkan sejumlah persoalan. Terbaru, penataan ulang dengan merelokasi kembali pedagang basah kepasar lama yang diwacanakan Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase menuai protes dari para pedagang ikan dan ayam.

Sejumlah pedagang ikan dan ayam menilai apa yang diwacanakan oleh Basri Rase kurang tepat. Samsu Alam dan Abdul yang merupakan pedagang ikan, dengan tegas menolak rencana tersebut.

Samsu menilai letak lapak bagi pedagang basah di Pasar Tamrin sudah terbilang baik, hanya saja sepinya pengunjung jadi persoalan utama yang dialami pedagang.

“Saya pikir sepinya pengunjung diakibatkan oleh banyaknya penjual yang menggelar lapaknya di pinggiran sekitar Pasar Tamrin,” ungkapnya.

Dikatakan Samsu, persoalan tersebut juga menjadi faktor utama pengunjung untuk naik berbelanja ke Gedung Pasar Tamrin Bontang, lantaran pengunjung lebih memilih berbelanja dibawah.

Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator Pedagang Ayam Nasir, dirinya mengatakan sejumlah pedagang ayam yang dibawahinya menolak untuk dipindahkan, hanya saja pedagang ayam tidak bisa menolak jika wacana relokasi tersebut benar-benar diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang nantinya.

“Saya meminta agar sejumlah pedagang yang berada disekitaran pasar tamrin untuk ditertibkan. Karena apabila ingin meramaikan Pasar Tamrin mestinya pemkot bisa tegas menertibkan para pedagang yang berda di sekitaran gedung pasar tamrin. Jadi saya meminta pemkot untuk menutup beberapa pasar tidak resmi yang berada di kota taman ini,” jelasnya.

Ditambahkan Nasir, beberapa pedagang yang menggelar lapaknya di sekitar Gedung Pasar Tamrin serta adanya pasar tidak resmi menjadi pemicu pedagang didalam gedung sepi pengunjung.

Sebagai informasi, sebelumnya Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase saat melakukan monitoring harga bahan pangan jelang natal dan tahun baru mengungkapkan, ada 2 gebrakan besar yang akan diterapkan pada Pasar Tamrin oleh pemerintah, yakni memfungsikan lantai 4 pasar sebagai Mall Pelayanan Publik.

Pemanfaatan lantai 4 dinilainya belum maksimal lantaran pada area tersebut hanya digunakan 1-2 pedagang saja. Selain itu merelokasi atau memindahkan kembali sejumlah pedagang basah dan pedagang sembako ke pasar sementara yang sebelumnya digunakan sebagai Pasar Rawa Indah.

Basri menginginkan pedagang basah dan sembako serta beberapa pedagang jenis lainnya untuk disatukan agar lebih ramai.

Laporan: Aris