Uncategorized  

31 Kader Posyandu Wilayah Bufferzone Dapat Pelatihan Acupressure dan Pemanfaatan Toga dari PKT

Bontang. Sebanyak 31 kader Posyandu dari Kelurahan Guntung dan Loktuan Kecamatan Bontang Utara, mendapatkan pelatihan acupressure dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) dari PT Pupuk Kaltim, Jumat 28 Juli 2017.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Diklat Kantor Pusat Pupuk Kaltim ini dilaksanakan selama satu hari, menghadirkan dua narasumber dari Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Bontang. Sebagai realisasi pemberdayaan masyarakat dan kemitraan untuk asuhan mandiri oleh perusahaan, melalui tata laksana penanganan gangguan kesehatan ringan secara acupressure.

“Kegiatan ini tak hanya sampai disini saja, namun akan ada tindaklanjut kedepannya. Kerjasama Pupuk Kaltim Dinkes-KB Bontang,” ujar Nikita Adriyani, Koordinator pelatihan dari Departemen CSR Pupuk Kaltim.

Mewakili menajemen perusahaan, Manager Departemen K3 Wisnu Wibowo mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan Pupuk Kaltim kepada masyarakat. Melalui program CSR yang berkelanjutan.

Melalui pelatihan kali ini, diharapkan masyarakat dapat menumbuhkan kesadaran dan kemauan untuk meningkatkan derajat kesehatan, serta menjadikan toga sebagai alternatif pengobatan melalui tehnik visio terapi acupressure.

“Pelatihan ini juga kami harap dapat mendorong masyarakat untuk lebih mandiri melalui pengelolaan obat alternatif dengan adanya Toga,” terangnya.

Sementara mewakili Pemerintah Kota Bontang, Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan Dinkes-KB Bontang Bahtiar Mabe, memberikan apresiasi atas wujud kepedulian perusahaan kepada masyarakat melalui pelatihan ini.

Ini menilai pelatihan acupressure dan pemanfaatan toga bagi kader posyandu di kawasan bufferzone, sangat membantu Pemerintah dalam memberikan pemahaman metode pengobatan akternatif, ditengah kondisi keuangan pemerintah saat ini.

“Kami harap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal, dan bisa memahami seluruh materi pelatihan ini. Sehingga bisa diterpakan ditengah masyarakat,” terangnya.(*)

 

Laporan: Mansur

Exit mobile version