Bontang. Menggeluti budidaya lebah madu, menjadi keseharian Rendra Jaya Negara, warga Gg Piano 4 RT 3 Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara. Ia membudidaya lebah jenis trigona dan biasa, yang mampu menghasilkan enam hingga tujuh Kilogram madu setiap bulannya.
Atas usahanya itu, Rendra pun mampu meraup omset mencapai jutaan rupiah per bulan.
Saat disambangi tim liputan Pktv di kediamannya, Rendra menceritakan awal mula usahanya sejak 2013 lalu, setelah mendapat pelatihan budidaya lebah madu dari PT Pupuk Kaltim.
Pasca program tersebut, ia pun berinisiatif membuka usaha sendiri, dengan membeli sarang madu lokal dari daerah Kalimantan yang dianggap lebih murah dan berkualitas.
Memanfaatkan halaman rumah seluas 10×15 meter, pria kelahiran Surabaya ini telah memilki 59 sarang lebah, terdiri dari 24 lebah madu trigona dan 35 sarang lebah madu biasa.
“Tapi masih sebagain saja yang sudah bisa dipanen,” katanya.
Dijelaskannya, satu sarang kini baru mampu menghasilkan 300 gram madu, mengingat keterbatasan makanan lebah dari beberapa jenis tanaman berbunga yang ia tanam di lahan yang juga terbatas.
Ia baru bisa menaman beberapa jenis tanaman, seperti pohon melati belanda, air mata pengantin, belimbing, manga, santoxtemon, serta pohon kalendra merah jenis pagoda.
Terkait pemasaran, ia mengaku tidak mengalami kesulitan, karena banyak yang sudah mengetahui dan jadi pelanggan. Bahkan permintaan saat ini lebih banyak dari madu yang tersedia.
“Jenis madu yang paling banyak dicari adalah jenis trigona, per kilogramnya dihargai Rp500 ribu,” tambahnya.
Rendra yakin usaha ini berpotensi untuk lebih berkembang, meski saat ini masih dibatasi modal serta tempat budidaya yang ia miliki. Dirinya pun berharap bantuan dan pembinaan perusahaan, khususnya PT Pupuk Kaltim, yang membekalinya ilmu budidaya lebah madu.
Salah satunya bantuan pengembangan usaha baik permodalan, hingga pembinaan dan pendampingan.(*)
Laporan: Mansur
