Uncategorized  

The Great Shifting: Antisipasi Disrupsi Industri Pupuk Dengan Penciptaan Peluang Baru

Bontang. Kemajuan teknologi informasi masa kini menjadi faktor utama yang mempengaruhi disrupsi di berbagai lini perusahaan. Sehingga membutuhkan upaya peralihan (shifting) dari kecenderungan konvensional menuju platform.

Hal tersebut menjadi bagian seminar The Great Shifting, dalam rangka antisipasi disrupsi industri oleh pakar bisnis terkemuka Indonesia Rhenald Kasali, dihadapan ratusan karyawan Pupuk Kaltim. Senin, 30 Juli 2018.

Dipaparkan Rhenald, Great Shifting merupakan muara dari disrupsi revolusi industri yang saat ini sudah beralih ke era digital. Dimana terjadi perubahan besar-besaran pada berbagai bidang kehidupan, baik di perkotaan maupun desa.

Menurutnya, manusia saat ini telah mampu membuat kurikulum sendiri, dengan peralihan pola pikir dalam peningkatan kapasitas diri yang dimiliki. Hal yang sama juga berlaku untuk kelangsungan bisnis dan industri, yang butuh pengembangan dengan mencari peluang baru. Agar eksistensi perusahaan dapat terus dipertahankan.

Begitu pula dengan Pupuk Kaltim, perlu melakukan kolaborasi dengan bidang lain sebagai sebuah platform, dengan skala yang lebih besar dari sebelumnya. Mengingat revolusi industri bisa dicapai jika perusahaan mampu menerapkan teknologi dengan tepat.

Hal itu didasari kecenderungan sebagian produk yang secara perlahan berubah menjadi barang inferior, dengan permintaan yang kian turun seiring peningkatan pendapatan.

“Maka dari itu, kondisi ini hendaknya bisa disikapi serius Pupuk Kaltim, melalui pengelolaan organisasi dengan cara dan tindakan baru. Sehingga mampu mewujudkan sebuah peluang dalam menghadapi tantangan disruptif,” ujar Rhenald.

Sementara Direktur Utama Bakir Pasaman berharap, seminar ini dapat menjadi bekal seluruh karyawan dan manajemen perusahaan dalam menghadapi disrupsi industri, untuk diimplementasikan secara optimal di tiap lini kerja. Termasuk anak perusahaan dan yayasan di bawah naungan Pupuk Kaltim.

Dirinya menegaskan, Pupuk Kaltim tidak bisa terkungkung hanya pada satu industri pupuk, tanpa ada pengembangan. Sebab era disrupsi menuntut perusahaan untuk lebih inovatif, agar mampu bersaing dan mempertahankan eksistensi dengan peluang baru yang diciptakan.

“Dari seminar ini kami harap bisa menjadi bekal bagi karyawan untuk terus meningkatkan kinerja, mengingat era persaingan terbuka menuntut kita untuk lebih inovatif dalam mempertahankan eksistensi bisnis,” harapnya.

Hadir pada seminar tersebut jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Pupuk Kaltim, pimpinan anak perusahaan dan yayasan, PIKA, serta ratusan karyawan dari berbagai unit kerja. (*)

 

Laporan: Tim Liputan Pktv Bontang