Uncategorized  

DBD Capai 303 Kasus, Dinas Kesehatan Ajak Warga Lakukan PSN

Bontang. Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) di Bontang terbilang cukup tinggi selama bulan Januari hingga Februari 2019.  Dinas Kesehatan kota Bontang menyebut ada ratusan warga terdampak penyakit berbahaya tersebut, baik anak-anak maupun orang dewasa.  Sejak Januari hingga Februari ini telah terdapat 148 warga Bontang yang terjangkit DBD, demam dengue (DD) 128 orang, dan suspek DBD sebanyak 67 orang, sehingga keseluruhan mencapai 303 pasien.

“Peningkatan kasus dbd di kota bontang mengalami lonjakan yang cukup tinggi bahkan tertinggi selama 5 tahun terakhir, dan tersebar di 9 kelurahan diantaranya Berbas Tengah, Berbas Pantai, Gunung Elai, Api-Api, Loktuan, Bontang Baru, Tanjung Laut, Belimbing, dan Telihan, “ terang Kabid Pencegahan & Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Diana Nurhayati.

Kasus DBD yang terjadi di Bontang rata-rata menyasar anak-anak dan orang dewasa yang kebanyakan beraktifitas di luar rumah pada pagi dan sore hari, dengan usia rentan 5 sampai 44 tahun.

Diana Nurhayati Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan menambahkan bahwa berbagai upaya dilakukan untuk memutus rantai penyebaran DBD sehingga tidak sampai menimbulkan kematian. Diantaranya gerakan pemberantasan secara serentak, dan fogging massal dengan menggandeng perusahaan-perusahaan di Bontang.

“Tapi yang paling penting untuk mencegah semakin meluasnya DBD adalah kesadaran untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yakni 4M plus di rumah dan lingkungan masing-masing,” tambahnya.

PSN ialah gerakan 4M plus yakni menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air secara rutin minimal seminggu sekali, mengubur tempat penampungan air yang tidak terpakai, dan memantau jentik nyamuk seminggu sekali. (*)

 

Laporan : Yuli | Nasrul