Bontang. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang menunjukkan kinerja positif pada awal tahun 2026, khususnya pada sektor pajak daerah yang sebelumnya sempat mengalami penurunan pada 2025.
Hal itu disampaikan Kepala Bapenda Bontang, Natalia Trisnawati, saat ditemui di ruangannya, Senin (4/5/2026). Ia menyebut, peningkatan tersebut merupakan hasil dari evaluasi menyeluruh serta berbagai inovasi yang dilakukan jajarannya.
“Alhamdulillah, pada Triwulan I tahun 2026, realisasi pajak daerah sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan,” ujarnya.
Selain itu, capaian pajak daerah juga terbilang menggembirakan. Hingga April 2026, realisasi pajak telah mencapai sekitar Rp51 miliar dari target Rp226 miliar.
Natalia menjelaskan, capaian tersebut mengalami kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini dinilai sebagai indikator membaiknya kinerja pengelolaan pendapatan daerah.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat unaudited dan belum melalui proses rekonsiliasi bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Proses rekonsiliasi sendiri dijadwalkan berlangsung secara rutin setiap bulan, yakni pada tanggal 10 hingga 15.
Menurutnya, tren positif ini menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pajak daerah di Kota Bontang. Ia pun mengimbau masyarakat untuk terus taat dalam membayar pajak sebagai kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah.
“Partisipasi masyarakat sangat penting agar pembangunan di Kota Bontang dapat berjalan optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.



