DPC PUTRI Bontang Dorong Evaluasi Total Keselamatan Wisata Bahari Usai Kapal Kandas di Perairan Bontang Kuala

Bontang. Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (DPC PUTRI) Kota Bontang mendorong evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan sektor wisata bahari menyusul insiden kapal wisata yang kandas di kawasan karang perairan dangkal Bontang Kuala, Kota Bontang, Selasa (11/8/2026).

Kapal wisata tersebut mengangkut 29 orang, terdiri dari 25 wisatawan, tiga tour guide, dan satu nakhoda. Seluruh penumpang dan kru berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Ketua DPC PUTRI Bontang periode 2026–2029, Suryani Ino, mengatakan kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat aspek keselamatan dalam operasional wisata bahari.

“Alhamdulillah, seluruh wisatawan dan kru berhasil diselamatkan. Kami mengapresiasi penanganan cepat dari semua pihak. Namun, kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi bersama tanpa saling menyalahkan,” ujar Suryani, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi seluruh pelaku usaha pariwisata, khususnya yang bergerak di sektor wisata bahari.

Suryani menilai pemahaman mengenai navigasi, titik-titik karang, kondisi cuaca, kapasitas muatan kapal, serta kelayakan peralatan keselamatan menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan sebelum kapal membawa wisatawan.

DPC PUTRI Bontang juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah melalui dinas terkait, asosiasi pariwisata, dan penyedia jasa transportasi laut.

Pengawasan terhadap operasional kapal wisata dinilai perlu diperkuat, termasuk penerapan standar operasional prosedur (SOP) pelayaran dan pemeriksaan aspek keselamatan sebelum kapal berangkat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan wisatawan terhadap destinasi wisata bahari di Bontang yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Bontang punya potensi wisata bahari yang luar biasa. Kita ingin sektor ini terus berkembang, tetapi harus beriringan dengan keselamatan dan tata kelola yang baik,” pungkasnya.