Home  

Mendukung Langkah Ditjen Dukcapil, Disdukcapil Bontang Telah Terapkan Layanan Terintegrasi Si TIO Sejak 2018

Kepala Disdukcapil Kota Bontang, Budiman, pada saat menyerahkan 3 dokumen kependudukan melalui program Si TIO kepada orang tua bayi yang baru lahir di momen istimewa HUT Kemerdekaan RI di RS.PKT Bontang. (FOTO: Dok. Disdukcapil Bontang)

Bontang. Pemerintah Pusat melalui Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi mengintegrasikan sistem SATUSEHAT dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Terpusat mulai Agustus 2026. Inovasi nasional yang didorong Kementerian PANRB ini memunginkan penerbitan akta kelahiran anak secara otomatis dan digital tepat pada hari kelahiran tanpa perlu mengantre di kantor Dukcapil.

Namun, layanan penerbitan dokumen terintegrasi seperti ini sebenarnya bukan hal baru bagi warga Kota Bontang. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bontang telah memelopori inovasi serupa yang diberi nama Si TIO (Sistem Three in One) sejak tahun 2018.

Melalui Si TIO, orang tua di Bontang sudah bisa menerima tiga dokumen kependudukan sekaligus hanya dengan mengurus satu permohonan akta kelahiran.

Kepala Disdukcapil Kota Bontang, Budiman, melalui Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data, Muhammad Thamrin, menjelaskan bahwa inovasi Si TIO dihadirkan agar masyarakat tidak perlu lagi berulang kali mengurus administrasi kependudukan usai persalinan.

“Orang tua cukup mengurus akta kelahiran, dan kami langsung menerbitkan tiga dokumen sekaligus: Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK) yang secara otomatis mencantumkan nama anak, serta Kartu Identitas Anak (KIA),” jelas Thamrin.

Untuk menjalankan program ini, Disdukcapil Bontang bekerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan (faskes), mulai dari rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, klinik bersalin, hingga praktik bidan mandiri. Pihak faskes akan membantu menyiapkan berkas dan berkomunikasi dengan Dukcapil begitu ada persalinan. Targetnya, dokumen kependudukan sudah diserahkan kepada orang tua sebelum ibu dan bayi keluar dari rumah sakit.

Tak hanya pelayanan rutin, penerbitan dokumen ini juga dikemas menarik pada momen-momen istimewa. Pada Peringatan HUT Kemerdekaan RI (17 Agustus) dan HUT Kota Bontang (12 Oktober), pejabat Pemerintah Kota Bontang, seperti Wali Kota, Wakil Wali Kota, atau Kepala Disdukcapil turun langsung menyerahkan paket dokumen kependudukan beserta bingkisan dan hadiah khusus bagi bayi yang lahir di tanggal tersebut.

Kehadiran program integrasi data tingkat nasional pada Agustus 2026 ini seolah menegaskan keberhasilan langkah progresif Disdukcapil Kota Bontang, yang terbukti telah delapan tahun lebih awal memberikan kemudahan kemudahan kepemilikan identitas hukum bagi anak sejak lahir.