Uncategorized  

Pengadaan Seragam Gratis, DPRD: Hindari Penunjukan Langsung

Bontang. Adanya gagal lelang belanja sepatu sekolah gratis, serta belum dilelangnya paket pengadaan seragam dan tas dari program pemerintah bagi seluruh pelajar di Kota Bontang, jadi salah satu hal yang dipertanyakan legislatif.

Komisi 1 DPRD Bontang menuntut keseriusan pemerintah untuk realisasi pengadaan paket seragam gratis ini, agar tak kembali terjadi gagal lelang. Mengingat, waktu yang dimiliki pemerintah tidak banyak jelang tahun ajaran baru pada awal Juli 2017 mendatang.

“Sekarang sudah masuk bulan Mei, dan proses lelang belum jelas kepastiannya,” ujar Ketua Komisi I DPRD Agus Haris.

Jika lelang paket seragam sekolah tidak segera dilakukan pemerintah dalam waktu dekat, dikhawatirkan Agus akan memicu gejolak dikalangan masyarakat, khususnya para orang tua siswa yang sejak awal menantikan realisasi program tersebut.

“Jangan sampai terjadi gejolak dan protes karena yang dijanjikan pemerintah pada tahun ini untuk para siswa belum terealisasi,” tandasnya.

Selain itu, pemerintah pun diminta untuk lebih maksimal dalam menyiapkan kebutuhan lelang paket seragam, guna menghindari kembali terjadinya gagal lelang. Dan, berujung pada penunjukan langsung.

Mengingat, penunjukan langsung menurutnya tidak menjamin perusahaan yang ditetapkan untuk melaksanakan tender, memiliki kualifikasi yang tepat. Sesuai syarat yang ditetapkan dalam proyek seragam sekolah gratis.

“Hal ini perlu disikapi serius oleh Pemerintah, jangan sampai gagal lelang lagi. Sebab waktu realisasi sudah makin dekat,” ungkapnya.

Sebelumnya, lelang belanja sepatu sekolah gratis yang diperuntukkan bagi seluruh pelajar di Kota Bontang dinyatakan gagal. Pasalnya, meski lelang diikuti 9 perusahaan, tapi terpaksa dinyatakan gagal karena tidak ada satu pun perusahaan yang dinilai memenuhi persyaratan. (*)

 

Laporan: Sary & Aris