Bontang. Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas serta Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Kota Bontang, Sekolah Luar Biasa (SLB) Permata Bunda membuka program inkubator bisnis.
Hal ini diwujudkan melalui pembinaan bakat serta kreatifitas penyandang disabilitas, sehingga mampu menghasilkan ragam kreasi yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.
Dijelaskan Pembina program inkubator bisnis SLB Permata Bunda, Anggi V Goesnaedi, istilah ini digunakannya dalam memberikan pembinaan serta pendampingan bagi ABK untuk bisa menyalurkan kreatifitas yang dimiliki. Mengingat jangka waktu pembinaan yang dibutuhkan terbilang cukup lama, maka inkubator menjadi padanan lahirnya pengusaha baru dari penyandang disabilitas yang telah diasah secara professional untuk lebih mandiri.
“Fase itulah yang kami istilahkan inkubator, mulai dari awal dan belum terarah, kami bina untuk bisa lebih mandiri dari bakat yang dimiliki,” ucapnya.
Pada program inkubator bisnis, ada lima lini usaha yang diterapkan Anggi sebagai wadah bisnis penyandang disabilitas. Diantaranya handycraft, kerajinan sablon, wallpaper, even organizer, serta usaha pencucian mobil dan motor.
“Beberapa tahapan yang akan dilalui peserta dalam program ini dimulai dari pelatihan, pemagangan, penempatan kerja, hingga pendampingan wirausaha,” ujarnya.
Peserta program ini pun kata Anggi, merupakan alumni dari SLB Permata Bunda yang diikutkan sebagai kelanjutan pendidikan dan pembinaan. Sehingga mampu untuk lebih berkarya secara professional.
“Harapannya, agar mereka bisa berkarya lebih baik lagi kedepan. Dan mampu menjadi pengusaha mandiri melalui bekal yang kami berikan selama disini (Inkubator bisnis),” terangnya.
Atas upayanya tersebut, Anggi pun mengapresiasi langkah dan perhatian PT Pupuk Kaltim, yang dinilainya sangat mendukung keberadaan program inkubator bisnis ini. Dimana ia telah menjadi mitra binaan selama dua tahun, sehingga program tersebut berjalan secara berkelanjutan dengan lebih sinergi dan terstruktur.
“Meski kami akui penyerapan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas masih minim, namun setidaknya upaya ini memberi harapan bagi mereka untuk terus berkarya ditengah keterbatasan yang dimiliki,” pungkas Anggi V Goesnadi.(*)
Laporan: Ervi & Faisal
