Bantu Para Peziarah, Pedagang Bunga Makam Panen Rezeki

Samarinda. Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tradisi ziarah kubur semakin ramai dilakukan oleh masyarakat. Di Kota Samarinda, salah satu lokasi yang paling banyak dikunjungi adalah Makam Muslimin Gang Wahyu di Sempaja Selatan. Sejak pagi hingga siang hari, ratusan hingga ribuan peziarah datang silih berganti untuk berdoa dan mengenang keluarga serta leluhur mereka yang telah berpulang.

Dalam tradisi ini, membawa bunga dan air menjadi simbol penghormatan bagi yang telah tiada. Kebiasaan turun-temurun ini turut membawa berkah bagi para pedagang bunga makam yang bermunculan di sekitar kompleks pemakaman. Mereka menawarkan beragam jenis bunga tabur yang dibutuhkan para peziarah.

Jumiati, salah satu pedagang bunga makam, mengaku sangat terbantu dengan penjualan bunga selama momen Lebaran. Ia menyebutkan bahwa omzet yang didapatkan bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Meski meraup keuntungan dari tingginya permintaan bunga tabur, para pedagang dan peziarah berharap pemerintah setempat dapat lebih memperhatikan kondisi area makam. Mereka menginginkan lingkungan yang lebih nyaman dan aman agar tradisi ziarah tetap berjalan dengan khidmat dan lancar.

“Tradisi ini sudah berlangsung puluhan tahun, dan setiap tahunnya kami selalu menunggu momen seperti ini karena menjadi berkah tersendiri bagi kami,” ujarnya.

Dengan meningkatnya kunjungan ziarah setiap tahunnya, diharapkan ada perhatian lebih dari pihak terkait untuk menjaga kebersihan serta fasilitas di area pemakaman. Tradisi ziarah yang telah berlangsung lama ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi spiritual, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi para pedagang lokal.

Writer: Hendrikus Gantur
Exit mobile version