Bontang. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan inovasi digitalisasi tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan benar-benar memberikan manfaat nyata dan kemudahan layanan bagi masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Neni saat membuka High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Bontang Tahun 2026 di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (23/7/2026) pagi.
“Melalui penguatan sinergi TP2DD dan evaluasi semester I ETPD, kita ingin memastikan setiap inovasi digital benar-benar menghadirkan pelayanan yang semakin mudah, tata kelola transparan, serta mampu mengoptimalkan pendapatan daerah,” ujarnya.
Neni mengingatkan bahwa indikator keberhasilan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) tidak hanya diukur dari ketersediaan aplikasi, QRIS, maupun mesin EDC. Menurutnya, hal terpenting adalah komitmen bersama antarperangkat daerah dan pemanfaatan aktif oleh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Neni juga menyerahkan secara simbolis perangkat alat pembayaran digital kepada tiga OPD, yakni Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP), Dinas Perhubungan, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim). Penyerahan ini menandai perluasan implementasi transaksi non-tunai pada sektor retribusi pelayanan publik.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, melaporkan bahwa penerimaan digital di Kota Bontang terus menunjukkan tren positif. Hingga Semester I 2026, transaksi pajak daerah secara digital telah mencapai 83,4 persen, sedangkan retribusi daerah mencapai 95,3 persen.
Adapun realisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah Kota Bontang hingga pertengahan tahun 2026 telah mencapai Rp182,4 miliar dari total target sebesar Rp355,7 miliar.
Kegiatan evaluasi ini digagas oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bontang dan dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia Perwakilan Kaltim dan PT Bankaltimtara.



