CFN Berakhir, Warga dan Pedagang Berharap Tak Sekadar Jadi Kenangan dan Bisa Berlanjut

Bontang. Gelaran Bontang Berbenah Car Free Night (CFN) yang berlangsung setiap malam Minggu sepanjang Oktober 2026 mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Setelah pelaksanaan terakhir pada 24 Oktober 2026, warga berharap kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-27 Kota Bontang dan HUT ke-81 TNI tersebut dapat kembali digelar pada masa mendatang.

Harapan itu muncul karena CFN dinilai tidak hanya menghadirkan hiburan akhir pekan, tetapi juga membuka peluang usaha bagi pedagang lokal serta memberikan ruang bagi pelajar untuk menampilkan kreativitas mereka. Selain itu CFN juga menjadi ruang interaksi sosial dan tempat rekreasi yang nyaman bagi masyarakat umum.

Diana, pelaku UMKM asal Kelurahan Tanjung Laut Indah, mengaku bersyukur mendapat kesempatan berjualan dalam kegiatan tersebut. Meski baru pertama kali berpartisipasi setelah diajak seorang teman, ia merasakan manfaat dari ramainya pengunjung.

“Saya baru pertama kali ikut Car Free Night diajak teman. Alhamdulillah di sini banyak rezekinya. Kalau bisa acara seperti ini terus dilanjutkan,” ujar Diana.

Keinginan agar CFN kembali digelar juga disampaikan Syam, pelaku UMKM jajanan kekinian dari Kelurahan Tanjung Laut. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau konsumen lebih luas.

“Acaranya sangat bagus dan keren. Harapannya selalu ada gelaran seperti ini ke depannya,” kata Syam.

Hawa, pelaku UMKM lainnya, turut merasakan manfaat kegiatan tersebut dalam mendukung usaha kecil di Bontang. Ia berharap CFN dapat kembali dilaksanakan dengan sejumlah perbaikan, terutama dalam penataan lapak dan jalur pengunjung.

“Untuk tahun ini lumayan bagus banget meningkatkan UMKM Bontang. Harapan saya sebagai pelaku UMKM, tahun depan bisa diadakan lagi dengan penataan lapak dan jalur pengunjung yang lebih rapi agar semakin nyaman,” tuturnya.

Bagi para pedagang, keberlanjutan CFN menjadi harapan agar kesempatan berjualan dan memperkenalkan produk lokal tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan Oktober berakhir.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari kalangan pendidikan. Kepala SDN 007 Bontang Selatan, Maria Ekawati, mengapresiasi kesempatan yang diberikan Pemerintah Kota Bontang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kepada murid-muridnya yang berasal dari Kelurahan Bontang Lestari untuk tampil di panggung utama kota.

“Kami sangat bangga dan senang karena melalui kegiatan ini, anak-anak kami dari pelosok diberi kesempatan tampil di kota secara maksimal dan mengisi stan Disdikbud Kota Bontang,” ungkap Maria.

Menurutnya, CFN memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperoleh pengalaman tampil di hadapan masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan dengan ruang yang lebih terbuka agar interaksi antara pengunjung dan peserta semakin leluasa.

Dari sisi pengunjung, CFN juga dinilai menghadirkan alternatif hiburan bagi keluarga dan masyarakat pada malam akhir pekan.

Ema, pengunjung yang jauh-jauh datang dari Kelurahan Martadinata, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, mengatakan kegiatan tersebut berlangsung meriah dan mendapat antusiasme dari warga yang hadir. Ia menilai perpaduan hiburan dan aktivitas ekonomi menjadi salah satu daya tarik CFN.

“Acaranya seru, ramai, dan orang-orang sangat antusias. Selain menghibur, acara ini memberdayakan UMKM. Semoga bisa terus berlanjut,” kata Ema.

Hal senada disampaikan Gilang, warga Bontang, yang menilai CFN dapat menjadi pilihan hiburan baru bagi masyarakat di tengah terbatasnya alternatif rekreasi pada malam Minggu.

“Ini bisa jadi wahana hiburan baru untuk Bontang, apalagi pilihan hiburan malam Minggu di sini masih minim. Kehadiran CFN sangat membantu,” pungkasnya.

Berakhirnya rangkaian Bontang Berbenah CFN pada 24 Oktober 2026 menyisakan harapan dari pedagang, tenaga pendidik, dan pengunjung agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda peringatan hari jadi kota dan HUT TNI semata.

Mereka berharap Pemerintah Kota Bontang dapat mempertimbangkan keberlanjutan CFN sebagai ruang publik yang mendukung perputaran ekonomi UMKM, memberi kesempatan kepada pelajar untuk berekspresi, serta menyediakan hiburan bagi masyarakat. Penataan yang lebih baik diharapkan dapat membuat pelaksanaan berikutnya semakin nyaman dan manfaatnya semakin luas dirasakan warga.

Exit mobile version