Dorong Kemandirian Petani, Pupuk Kaltim Hadirkan Program PAK TANI di Marangkayu

Bontang. Dorong pengembangan potensi sektor pertanian dengan lebih optimal, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Peningkatan Kapasitas Petani (PAK TANI), bekali 30 petani Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, beragam pengetahuan dan keterampilan mengelola potensi pertanian secara produktif dan berkelanjutan.

SVP Umum Pupuk Kaltim, Wisnu Wibowo, mengatakan kegiatan ini bagian dari upaya Perusahaan mendorong implementasi tata kelola lahan dan pertanian dengan lebih efektif, di mana pengetahuan yang diberikan bersifat aplikatif agar dapat diimplementasikan dengan baik oleh para petani.

Pendekatan ini dinilai penting, karena peningkatan kapasitas petani perlu seiring sejalan dengan ketersediaan sarana pendukung, sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada ruang pelatihan semata.

“Hal ini bagian dari komitmen perusahaan bentuk komitmen perusahaan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, khususnya petani yang menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Wisnu, saat mengawali pelatihan di Marangkayu, Minggu (4/10/2026).

Wisnu Wibowo menjelaskan, Kecamatan Marangkayu memiliki potensi pertanian yang cukup besar, dengan berbagai komoditas seperti padi hingga hortikultura dan perkebunan. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, agar pengelolaannya semakin optimal.

Untuk itu, pelatihan ini pun mengakomodasi para petani dari sejumlah desa di Kecamatan Marangkayu. Meliputi Desa Sebuntal, Desa Semangkok, Desa Bunga Putih, Sambera Baru, Desa Makarti, Desa Prangat Selatan, dan Desa Prangat Baru.

“Pengetahuan dan keterampilan menjadi faktor penting agar potensi yang dimiliki dapat dikelola secara optimal. Maka melalui PAK TANI, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan sesuai kebutuhan petani di lapangan,” lanjut Wisnu.

Materi pelatihan pun dirancang untuk menjawab sejumlah kebutuhan yang dihadapi petani. Mencakup budidaya padi sawah, pupuk dan pembuatan kompos, manajemen kelompok tani, pengendalian hama dan penyakit semangka, terong dan tomat, protokol pemeliharaan tanaman, serta budidaya hortikultura dan perkebunan.

Selain itu, Pupuk Kaltim juga mengenalkan penggunaan Biodex, yakni biodekomposer produksi perusahaan untuk membantu proses penguraian bahan organik dalam pembuatan kompos. Dari hal itu, diharapkan dapat mendorong petani mengoptimalkan bahan organik yang tersedia di sekitar lingkungan pertanian.

“Jadi sumber daya yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan lebih optimal, sejalan dengan semangat untuk membangun pertanian yang produktif dan berkelanjutan,” jelas Wisnu.

Tidak hanya materi, Pupuk Kaltim turut memberikan 62 sak Biodex serta 30 unit electric sprayer bagi seluruh peserta pelatihan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan. Electric sprayer dapat dimanfaatkan untuk pemeliharaan tanaman, sementara Biodex digunakan dalam pengolahan bahan organik dan pembuatan kompos.

“Bantuan yang diberikan kami harap benar-benar dimanfaatkan. Prinsipnya, kami ingin menghubungkan antara pengetahuan dengan sarana yang dapat digunakan untuk mengimplementasikannya di lapangan,” tutur Wisnu.

Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus mendorong program pemberdayaan masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dan potensi lokal. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan manfaat yang lebih relevan dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui PAK TANI, Pupuk Kaltim berharap peningkatan kapasitas petani Marangkayu dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem pertanian daerah. Dengan pemanfaatan sumber daya dan pengetahuan yang tepat, potensi pertanian Marangkayu dapat semakin produktif serta mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Pada akhirnya, yang ingin kita bangun adalah kemandirian. Saat pengetahuan, keterampilan, sarana, dan potensi lokal dapat berjalan bersama, masyarakat akan memiliki dasar kuat untuk mengembangkan pertanian secara mandiri,” tambah Wisnu.

Sekretaris Kecamatan Marangkayu, Rahmatang, menyambut positif program PAK TANI yang digagas Pupuk Kaltim. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan yang dapat menjadi bekal bagi petani dalam menjalankan aktivitas pertanian, tapi juga dukungan sarana agar program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi sasaran.

“Ini kegiatan yang sangat baik bagi masyarakat kami, karena para petani mendapatkan pengetahuan sekaligus dukungan sarana yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian,” kata Rahmatang.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan, serta menjangkau lebih banyak sasaran di Kecamatan Marangkayu. Terlebih peningkatan kapasitas petani diperlukan agar masyarakat dapat semakin mampu mengelola potensi pertanian yang dimiliki wilayah tersebut.

“Kami harap ilmu yang diberikan dapat diterapkan oleh para petani. Jangan hanya berhenti di pelatihan, tetapi bisa dipraktikkan dan dikembangkan di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tutup Rahmatang.(*)