Edukasi Tanggap Bencana, Pupuk Kaltim Dorong Siswa YPK Jadi Pelopor Budaya Keselamatan

Bontang. Tanamkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat kepada generasi sejak dini, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Simulasi Tanggap Bencana, Keselamatan Generasi Muda Terjaga (SIAP SIAGA) 4.0, bekali pemahaman mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar bagi siswa-siswi tingkat SD hingga SMA di Yayasan Pupuk Kaltim (YPK).

Kegiatan ini dirangkai Employee Volunteering Initiation (Evolution) ke-42, yang menghadirkan relawan dari karyawan Pupuk Kaltim pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) YPK. Para relawan lintas unit kerja ini mengenalkan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana bagi para peserta didik sesuai jenjang pendidikan. Utamanya tindakan awal yang harus dilakukan saat menghadapi situasi darurat di lingkungan masing-masing.

VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan rangkaian SIAP SIAGA 4.0 dilaksanakan secara bertahap di tiap tingkatan sekolah YPK pada Juli-Agustus 2026. Dalam setiap pelaksanaan, Pupuk Kaltim mengedepankan pendekatan edukasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tapi juga melibatkan peserta didik secara langsung melalui simulasi dan praktik.

“Pendekatan tersebut dilakukan agar siswa lebih mudah memahami tindakan yang perlu dilakukan, saat menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari,” ujar Rezha, saat dikonfirmasi Kamis (20/8/2026).

Salah satu materi yakni Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dasar, di mana para siswa dikenalkan fungsi kotak P3K serta cara memberikan penanganan awal terhadap beberapa kondisi yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah.

Melalui materi tersebut, peserta didik dibekali pemahaman bahwa pertolongan pertama merupakan tindakan awal yang penting, sebelum korban memperoleh penanganan lebih lanjut. Pengetahuan tersebut juga diarahkan agar siswa mampu memberi respons secara tepat, tanpa membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

“Seluruh peserta juga diberi edukasi mitigasi dan penanggulangan kebakaran, dengan pengenalan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), hingga metode sederhana penanggulangan kebakaran menggunakan handuk basah,” lanjut Rezha.

Untuk memperkuat komitmen terhadap budaya keselamatan, Pupuk Kaltim menghadirkan 26 unit APAR yang digunakan dalam kegiatan simulasi dan praktik pemadaman api di seluruh sekolah lingkungan YPK. Melalui praktik langsung ini, siswa dan warga sekolah belajar mengenali serta menggunakan APAR dengan tepat sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

Selain itu, Pupuk Kaltim juga melakukan pemasangan Peta Evakuasi dan rambu Assembly Point di lingkungan SMA YPK. Kehadiran dua fasilitas tersebut diharap membantu seluruh warga sekolah memahami arah evakuasi, jalur keluar dan titik berkumpul yang aman.

Hal ini mengingat kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat tidak hanya membutuhkan kemampuan melakukan pertolongan pertama maupun pemadaman kebakaran, tapi juga kemampuan evakuasi secara cepat, tertib dan terarah.

“Edukasi keselamatan bagi generasi muda merupakan bagian dari komitmen Pupuk Kaltim menghadirkan manfaat berkelanjutan di masyarakat. Terlebih budaya keselamatan perlu dibangun sejak dini melalui pengetahuan, pengalaman langsung hingga pembiasaan dalam aktivitas sehari-hari,” tambah Rezha.

Ketua Harian YPK, Rakim, menyambut positif pelaksanaan SIAP SIAGA 4.0 yang dinilai memberikan edukasi penting dan relevan bagi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan YPK. Dikatakan Rakim, kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman berbeda bagi siswa, karena materi keselamatan tidak hanya disampaikan melalui teori, tapi juga praktik langsung.

“Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tapi juga melihat dan mempraktikkan secara langsung bagaimana menghadapi kondisi darurat. Pendekatan seperti ini jelas efektif dalam mengedukasi,” kata Rakim.

Lebih lanjut, Rakim menilai pembekalan keselamatan sejak usia dini menjadi investasi jangka panjang, dalam membangun kesadaran serta kesiapsiagaan generasi menghadapi situasi darurat secara tepat. Untuk itu, Rakim mendorong seluruh siswa dapat menerapkan seluruh pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap anak dapat memahami apa yang harus dilakukan saat kondisi darurat, serta mengetahui tindakan awal yang benar dan aman. Pengetahuan ini dapat mereka bawa dan terapkan di rumah maupun lingkungan sekitar,” tutup Rakim.(*)

Exit mobile version