Uncategorized  

Guru SLB Swasta Pertanyakan Insentif yang Tak Kunjung Cair

Bontang. Sejumlah guru Non Pns di sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bontang pertanyakan insentif Persatuan Guru Swasta (PGS), yang belum terbayarkan untuk periode November hingga Desember tahun 2016, sebesar Rp 1 Juta perbulan. Sementara mereka telah menandatangani surat pertanggungjawaban (SPJ) penerimaan insentif.

Seperti halnya yang dipaparkan sejumlah guru dari SLB Yayasan Pupuk Kaltim, Borneo Center, dan tenaga non pns SLB Negeri Bontang. Mereka mengungkapkan keresahannya lantaran hingga saat ini insentif tersebut belum juga cair.

“Bahkan sejak Januari hingga Mei pun belum ada kepastian terkait hal tersebut. Kami harap Pemerintah bisa menindaklanjuti hal ini,” ujar Syaidah, salah satu guru SLB, Selasa 6 Juni 2017.

Senada dengan itu, guru SLB lainnya Amran Menteng, turut meminta perhatian dari pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan untuk dapat mengakomodir permasalahan ini. Mengingat mereka sama-sama mengabdi untuk Bontang, meski kewenangan pengelolaan SLB saat ini ada pada ranah Pemprov Kaltim.

Bahkan rencananya guru SLB swasta dan non pns di SLB Negeri berencana akan menemui DPRD Bontang, untuk meminta pendapat para wakil rakyat guna penyelesaian masalah ini.

“Kami ini mengabdi untuk Bontang. Meski kewenangan telah diambilalih oleh Provinsi, kami harap pemerintah kota tidak serta merta lepas tangan,” paparnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bontang Anwar Sanusi, mengatakanjika pembayaran insentif PGS untuk periode November dan Desember 2016, telah diusulkan untuk dibayarkan pada APBD perubahan mendatang. Sehingga para guru diharapnya bisa bersabar hingga anggaran tersebut disahkan oleh Pemerintah daerah.

“Semuanya sudah kami usulkan untuk dibayar, dengan alokasi melalui APBD Perubahan. Jadi kami harap para guru bisa bersabar,” ucapnya. (*)

 

Laporan: Yulianti Basri

Exit mobile version