Bontang. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam memperluas akses kerja bagi masyarakat lokal melalui penyelenggaraan Job Fair 2026. Kegiatan yang digelar melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) tersebut resmi dibuka di Gedung Koperasi PKT, Selasa (1/9/2026).
Neni menilai Job Fair menjadi langkah konkret pemerintah daerah untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi dan kebutuhan industri.
Menurutnya, selama ini salah satu persoalan ketenagakerjaan adalah masih adanya kesenjangan informasi antara perusahaan dengan masyarakat pencari kerja.
“Biasanya terjadi kesenjangan informasi antara perusahaan yang menyediakan tenaga kerja sesuai dengan talentanya dan para pencari kerja. Oleh karena itu, hari ini Job Fair insyaallah bisa mempertemukan dan memberikan informasi bagi semua pencari kerja yang ada di Kota Bontang,” ujar Neni saat membuka kegiatan.
Job Fair 2026 menghadirkan 32 booth perusahaan serta melibatkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Balai Latihan Kerja (BLK). Kehadiran berbagai pihak tersebut diharapkan tidak hanya membuka akses informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga memberikan layanan konsultasi karier dan peningkatan kompetensi bagi pencari kerja.
Pemkot Bontang memproyeksikan kegiatan ini dapat menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja lokal. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hingga mencapai 5 persen.
Neni mengatakan penyerapan tenaga kerja juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, program pelatihan vokasi terus diperkuat agar tenaga kerja lokal memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Sedikitnya 400 tenaga kerja disebut telah mengikuti pelatihan vokasi dan mengantongi sertifikasi sesuai bidang keahlian yang dibutuhkan pasar kerja.
Neni turut memberikan apresiasi kepada LPK, BLK, serta lembaga pelatihan vokasi yang selama ini ikut mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja Bontang.
“Saya ucapkan terima kasih kepada LPK, BLK, dan pelatihan vokasi lainnya yang telah bersinergi dengan seluruh Kota Bontang sehingga permasalahan-permasalahan ketenagakerjaan bisa diselesaikan,” tuturnya.
Selain mendorong penyerapan tenaga kerja melalui sektor formal, Neni juga menekankan pentingnya menciptakan alternatif ekonomi melalui kewirausahaan. Pemkot Bontang mendorong lahirnya wirausaha baru dengan memberikan dukungan permodalan tanpa bunga.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mendorong implementasi Peraturan Daerah (Perda) yang mewajibkan perusahaan menyerap 75 persen tenaga kerja lokal.
Neni optimistis sinergi antara pembukaan lapangan kerja, peningkatan kompetensi, penguatan kewirausahaan, serta keberpihakan terhadap tenaga kerja lokal dapat mempercepat pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bontang.



