Uncategorized  

Ketidak Lengkapan Informasi Sangatlah Berbahaya Tengah Pandemi

Bontang. Di tengah Pandemi COVID-19 (Virus Corona) saat ini, informasi menjadi sesuatu yang sangatlah penting. Apabila ada kesalahan ataupun kekurangan informasi yang diberikan, maka dapat membawa akibat yang fatal. Dimana akibat kurangnya informasi yang diberikan, hampir 60 tenaga kesehatan Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB) dan RSUD Kota Bontang harus masuk karantina selama 14 hari.

Menanggapi kasus tersebut beberapa masyarakat pun banyak yang berkomentar. Baik itu komentar yang bentuknya simpati ataupun menghujat.

Eddy (34) salah satu warga kelurahan satimpo berpendapat bahwa penyapaian informasi yang lengkap sangatlah penting, apa lagi menyoal masalah Covid-19 yang jangan dianggap main-main apa lagi sepele.

“Sangat disayangkan sekali masih ada masyarakat yang berprilaku tidak terbuka, padahal menurut saya garda terdepan dari penanganan virus covid-19 ini adalah masyarakat dan penyebaran virus tersebut lebih banyak yang dibawa langsung oleh manusia, oleh karena itu kelengkapan informasi adalah hal yang penting dalam memutus rantai virus covid-19 tersebut.” Ungkap Eddy

Lebih lanjut Eddy juga menerangkan bahwa akibat dari pemberian informasi yang setengah-setengah di saat pandemi wabah Covid -19, maka bisa berakibat fatal bagi semua orang, baik itu untuk pasien sendiri, tim medis, dan lingkungan sekitarnya.

“Seperti pada kasus yang baru-baru ini, karena informasi yang diberikan kepada tim medis kurang lengkap, mengakibatkan tindakan yg dilakukan tim medis juga berbeda, dan yang paling fatal pasien dapat menyebarkan virus tersebut kepada tim medis, kalo sudah seperti ini dampaknya akan menjadi luas penyebarannya karena ketidaktahuan tim medis bahwa pasien membawa virus dari luar kota, apa lagi beberapa tim medis sudah sempat ada yg berinteraksi dengan orang diluar Rumah Sakit,” jelasnya

Harapannya di tengah pandemi Covid-19 ini, sudah sepatutnya kita sebagai masyarakat menjelaskan selengkap lengkapnya tentang riwayat kontak dan riwayat bepergian, agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

Kita tidak bisa membayangkan bila PDP yang saat ini ternyata positif, mampukah Kota Bontang menghadapi hal tersebut.

Laporan: Tim Liputan PKTV

Exit mobile version