Lakukan Monev, Diskominfo Bontang Optimalkan Internet Pesisir, Sasar Beras Basah hingga Blokir Situs Game dan Judol ​

Bontang. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bontang terus mempercepat pemerataan akses informasi dan digitalisasi hingga ke wilayah pesisir. Melalui peninjauan dan pemantauan lapangan, Diskominfo Kota Bontang memastikan layanan internet gratis di pemukiman pesisir seperti Melahing, Selangan, dan Tihi-Tihi kini sudah beroperasi secara optimal selama 24 jam penuh.

​Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Diskominfo Kota Bontang, Yudi Pancoro, menjelaskan bahwa kendala akses internet yang sebelumnya terbatas pada malam hari kini telah teratasi. Berkat koordinasi dengan pemerintah daerah dan dukungan pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hasil program Corporate Social Responsibility (CSR), masyarakat pesisir tidak lagi bergantung pada mesin generator diesel maupun BBM.

“Alhamdulillah, dari keseluruhan pemantauan lapangan berjalan sangat baik. Sinyal dikoneksikan menggunakan sistem radio pemancar yang ditembakkan dari eks Kantor Walikota Bontang. Di Melahing sendiri kami memasang hingga 25 titik access point dan modem, sementara di Tihi-Tihi ada lima titik yang semuanya terkoneksi dengan lancar,” ujar Yudi Pancoro.

Tidak hanya berfokus pada kawasan pemukiman warga, Diskominfo Bontang kini juga menambah sasaran untuk mendukung sektor pariwisata daerah. Bekerja sama dengan penyedia jasa internet Komtelindo, Diskominfo berencana menambah dan menempatkan sejumlah titik Wi-Fi gratis di tempat wisata unggulan, yaitu Pulau Beras Basah. Titik akses ini nantinya disebar di area publik strategis di sekitaran pulau seperti kafe dan warung untuk kenyamanan wisatawan serta pelaku usaha lokal.

Di sisi lain, Diskominfo Bontang memastikan bahwa pemanfaatan internet gratis ini berdampak positif pada sektor pendidikan, seperti mendukung operasional media Smart TV pada perpustakaan digital di Kampung Selangan. Namun, untuk menjaga kestabilan bandwidth dan ruang digital yang sehat, Diskominfo mengambil langkah tegas dengan memblokir akses ke situs-situs game online berukuran besar serta judi online (judol).

​”Langkah pemblokiran ini kami lakukan agar kuota internet diprioritaskan untuk kegiatan produktif dan edukasi, sekaligus memberikan rasa tenang bagi para orang tua terhadap penggunaan internet oleh anak-anak mereka,” pungkas Yudi.