Uncategorized  

Letkol Inf. Wahyu Dili Yudha Irawan : Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?

Untuk karier militer, suami dari Dewi Haryati ini cukup laju. Saat ini, menjadi Dandim di kota Bontang membuatnya sebagai perwira tinggi termuda dalam satu angkatannya yang berada dalam posisi itu. Tak heran, karier yang cemerlang di dunia militer itu ternyata berdasarkan prinsip hidup untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit.

“Saya sesungguhnya meneliti pepatah orang tua, kejarlah ilmu ke negeri China. Atau, gantungkan cita-cita setinggi langit. Pada prinsipnya, jika orang lain bisa, kenapa saya tidak. Semua kans ada tetapi cita-cita harus kuat. Dalam karier militer pun demikian, tetapkan cita-cita setinggi mungkin, baru melirik ke bidang lain, seperti dunia bisnis atau dunia politik. Tetapi itu nanti,” ujarnya penuh wibawa dan santun.

Dunia militer ini tak serta merta datang kepada Letkkol Inf. Wahyu Dili Yudha Irawan. Ia dilahirkan dari keluarga militar bersama saudara kembarnya yang bernama Wahyu dili yudha hadiyanto yang saat ini juga menitik karir di dunia militer TNI Angkatan Laut.

Sang Ayah (H. Sukiman, SE) pernah berperang di Timor Timur pada 1975, dirinya lahir dari rahim Peny Herawati di Blitar, Jawa Timur. Namanya pun memiliki makna yang dikaitkan dengan dunia militer. Wahyu berati berkah. Dili diambil dari tempat tugas ayahnya di Timtim. Yudha artinya perang dan Irawan artinya ksatria (seorang ksatria yang lahir saat orang tuanya berperang di Dili, Timtim).

Nama itu diperolehnya dari atasan Sang Ayah saat bertugas di Timtim.

Saat ini, ayah dari Sanchia Nathisa Kenzie (11) dan Maahirah Nabila Khanza (8) bertugas di kota Bontang dengan tanggung jawab yang cukup besar. Wilayah teritorial yang cukup luas dari Anggana, Muara Badak hingga Bontang.

Selain itu, Bontang juga dikenal masyarakatnya yang heterogen dan multicultural dengan berbagai kebudayaan yang datang dari berbagai daerah penjuru Indonesia. Namun dirinya tetap berpegang pada tugas dalam menjada teritorial Bontang dari segala bentuk ancaman. Ancaman Bontang masih berkutat pada ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Tetapi masing-masing berbeda konteksnya. Sementara ini tidak ada permasalahan di kota Bontang selama ini, tetapi tetap sebagai aparat kewilayahan harus memantau setiap ancaman yang mungkin timbul seperti gerakan ISIS beberapa waktu lalu. Permasalahan politik juga masih terkendali, terbukti dengan persiapan Pemilu Presiden lalu yang berjalan sesuai aturan, aman dan damai.

 

Laporan : Dwi Hendro & Rully

Editor : Revo Adi M

Exit mobile version