Uncategorized  

Minta Tambahan Distribusi Pupuk, Pemkab Sumenep Datangi PKT

Bontang. Guna mengetahui lebih dalam peranan Pupuk Kaltim dalam menunjang ketahanan pangan nasional, khususnya terkait proses distribusi pupuk. Pemerintah Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur bersama rombongan kunjungi Kantor Pusat Pupuk Kaltim, Rabu 10 Mei 2017.

Rombongan dipimpin langsung Bupati Sumenep Busyro Karim, diterima Direktur Produksi Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana.

Dalam kesempatan itu, Bupati Busyro Karim, mengatakan pihaknya kali ini dalam upaya mengatasi kurangnya ketersediaan pupuk bersubsidi di Sumenep, yang saat ini jauh dibawah kebutuhan Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan.

“Jika sebelumnya petani mendapat alokasi pupuk subsidi sebanyak 26 ribu ton, kini hanya sebanyak 24.153 ton. Sementara kebutuhan petani mencapai 61 ribu ton,” ujarnya.

Maka dari itu, Pemkab Sumenep kata dia, berharap Pupuk Kaltim selaku penanggung jawab distribusi di daerahnya, dapat mencarikan solusi akan permasalah ini.

“Semoga kunjungan kami kali ini ada hasil serta solusi yang bisa diberikan oleh Pupuk Kaltim,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Produksi Bagya Sugihartana mengatakan, pihaknya tak dapat berbuat banyak terkait permintaan penambahan pupuk bersubsidi oleh Pemerintah Sumenep. Mengingat, ketentuan jumlah pasokan dan distribusi bagi tiap daerah yang menjadi tanggungjawab Pupuk Kaltim, merupakan keputusan dari tingkat pusat, melalui Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) dan Kementerian BUMN.

Apalagi, ketentuan jumlah maksimal pasokan yang terdistribusi, dibagi menjadi dalam beberapa zona wilayah. Dan, Pupuk Kaltim hanya bersifat menjalankan kebijakan tersebut. 

“Tapi untuk pupuk non subsidi, kami bisa putuskan langsung dan siap mendistribusikan kebutuhan pupuk untuk wilayah Sumenep dalam jumlah besar,” terang Bagya.

Namun demikian, Pupuk Kaltim akan berupaya mengkomunikasikan permasalahan ini pada tingkat pusat, guna membantu mengatasi kurangnya ketersediaan pupuk diwilayah Sumenep Jawa Timur. (*)

 

Laporan: Mansur

Exit mobile version