Bontang. Pemerintah Kota Bontang terus bergerak cepat memanfaatkan peluang pelatihan kerja guna menekan angka pengangguran daerah yang saat ini berada di angka 6,32 persen. Terbaru, Pemkot Bontang berkolaborasi dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda memfasilitasi program pelatihan vokasi berbasis digital bagi masyarakat lokal.
Langkah ini ditandai dengan pembukaan resmi dua program pelatihan digital di Gedung Auditorium 3 Dimensi Kota Bontang pada Selasa (15/9/2026). Pelatihan yang diselenggarakan meliputi program Digital Office Administration Berbasis Google Workspace durasi 200 JP dan Pembuatan Konten Visual untuk Media Sosial durasi 200 JP, hasil kerja sama BPVP Samarinda dengan LPK Aptekkom Bontang dan LPK Suvi Training Bontang.
Kepala BPVP Samarinda, Eka Cahyana Adi, mengungkapkan bahwa BPVP Samarinda memiliki alokasi anggaran pusat (APBN murni) yang sangat besar untuk membina tenaga kerja di wilayah Kalimantan.
“Di tahun 2026 ini kami memiliki target jumlah orang 17.200 orang dalam satu tahun untuk tiga provinsi, yaitu Kaltim, Kaltara, dan Kalsel. Tapi, bila Bontang mau mengambil 17.000-nya, enggak apa-apa,” ujar Eka Cahyana Adi dalam sambutannya.
Eka menambahkan, proses pengajuan program pelatihan kini dibuat lebih mudah melalui metode Mobile Training Unit (MTU) berkonsep Pentahelix. Pihaknya mendorong 42 LPK yang ada di Bontang untuk aktif mengajukan usulan paket pelatihan lewat platform digital Kemenaker.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyambut positif kolaborasi tersebut dan meminta Dinas Tenaga Kerja Kota Bontang bergerak cepat menyerap kuota yang ada agar tidak menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA).
“Ini insyaallah nanti mungkin Pak Eka, kita punya waktu dengan Pak Asdar selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bontang untuk bagaimana ini anggaran terserap. Karena kalau anggaran tidak terserap akhirnya SILPA juga, sayang,” tegas Wali Kota Neni.
Tingginya dorongan pelatihan ini juga merespons antusiasme pencari kerja di Bontang. Pada gelaran job fair sebelumnya, tercatat lebih dari 4.000 pelamar memperebutkan 437 lowongan kerja dan posisi magang. Melalui pelatihan terstruktur ini, Wali Kota Neni berharap alumni pelatihan mampu mandiri di era digital.
“Pertanyaannya tadi, setelah pelatihan kita mau jadi apa? Mau kerja apa? Kalau sudah pelatihan tentu kita harapkan nanti ada kemandirian. Tidak semua harus bekerja di perusahaan, tetapi dengan ilmu yang dimilikinya bisa menjadi content creator, lebih-lebih ini digital,” pungkasnya.
