Pemkot Bontang Gandeng Sektor Swasta Lewat Skema Sharing Iuran, untuk Jamin Layanan Kesehatan Gratis Warga Tetap Aman

Bontang. Perintah Kota (Pemkot) Bontang menggelar Sosialisasi Skema Sharing Iuran (SSI) Pekerja Bukan Penerima Upah Pemerintah Daerah (PBPU PD) bersama jajaran dunia usaha di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (21/7/2026). Langkah ini diambil untuk mengamankan keberlanjutan jaminan kesehatan gratis bagi masyarakat di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, hadir langsung memimpin kegiatan tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan dr. Toetoek Pribadi Ekowati, Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kota Bontang Mikhael Edy Salamba, serta jajaran pimpinan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Neni menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci agar layanan kesehatan masyarakat tidak terganggu.

“Kami mengajak seluruh perusahaan, perbankan, BUMN maupun BUMD di Bontang untuk gotong royong melalui Program Skema Sharing Iuran, dengan memanfaatkan dana CSR atau TJSL. Dukungan dunia usaha sangat penting agar masyarakat tetap memperoleh jaminan kesehatan,” ujarnya.

Melalui optimalisasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta ini, beban pembiayaan kesehatan masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada APBD. Langkah ini memberikan kepastian bagi warga Bontang agar tetap bisa menikmati fasilitas kesehatan gratis tanpa terkendala anggaran.

Kebijakan ini juga menjadi solusi cepat bagi sekitar 2.753 hingga 3.000 warga yang terdampak penonaktifan peserta PBI Jaminan Kesehatan dari pemerintah pusat. Pemkot Bontang bergerak cepat mengalihkan iuran ribuan warga tersebut agar tetap ditopang oleh daerah dan mitra swasta.

“Pemerintah dan dunia usaha memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang layak,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Kepala BPJS Kesehatan Kota Bontang, Laily Jumiati, menjelaskan teknis SSI guna mendorong kontribusi sektor swasta dalam menyerap iuran kepesertaan masyarakat kelas pekerja mandiri. Dari 32 perusahaan yang diundang, sebanyak 16 perusahaan hadir memenuhi komitmen awal untuk menjaga status Universal Health Coverage (UHC) demi perlindungan kesehatan seluruh warga Kota Bontang.

 

Exit mobile version