Uncategorized  

Pemprov Kaltim Gelar Rapat Kesiapan Barang Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru 2024

Samarinda. Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2024, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Disperindagkop UKM) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Forum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, dengan menghadirkan Sekretaris Daerah Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, perwakilan Bank Indonesia, Dinas Perdagangan, perusahaan daerah, dan delegasi dari sepuluh kabupaten/kota se-Kaltim.

Menurut data yang dipaparkan, terdapat 345 gudang terdata di Kaltim. Dari jumlah tersebut, 296 gudang digunakan untuk barang di luar kebutuhan pokok, sementara 49 gudang merupakan gudang bahan pokok. Rapat ini berfokus pada pemantauan ketersediaan bahan pangan strategis seperti beras, cabai, bawang, minyak goreng, daging ayam, dan kebutuhan pokok lainnya.

Sekretaris Daerah Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa secara umum Kaltim berada dalam kondisi aman terkait persiapan kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru. Namun, ia mengakui bahwa beberapa daerah masih mengalami defisit, sehingga pemerintah akan memfasilitasi distribusi dari wilayah lain. Ia juga mengingatkan para pengusaha untuk tertib dalam administrasi gudang guna mencegah malpraktik yang dapat mengganggu stabilitas pasokan.

“Kami optimis bahwa dengan langkah-langkah ini, masyarakat Kaltim dapat menjalani Natal dan Tahun Baru dengan kondisi stabil,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Aida S. Budiman, menyampaikan bahwa inflasi di Kaltim masih berada dalam kategori aman. Hal ini, menurutnya, berkat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga.

“Kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan lembaga terkait akan terus kami tingkatkan agar inflasi tetap terkendali, terutama menjelang momen besar seperti ini,” ucapnya..

Melalui upaya koordinasi dan pengawasan yang intensif, diharapkan persiapan kebutuhan pokok untuk Natal dan Tahun Baru dapat berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat merayakan dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kenaikan harga atau kelangkaan barang pokok.

Exit mobile version