Bontang. Sempitnya area sandar kapal di dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tanjung Limau, dikeluhkan sejumlah pengepul ikan. Kondisi ini dinilai menyulitkan sejumlah kapal berukuran besar, yang akan melakukan pembongkaran ikan hasil tangkapan PPI.
Salah satu pengepul, Muhammad Ramli, mengatakan hal itu terkadang membuat kapal batal lakukan pembongkaran ikan, atau beralih ke pelabuhan lain. Belum lagi banyaknya antrian kapal pun kerap dikeluhkan nelayan Tanjung Limau, akibat tertutupnya alur masuk karena antrian kapal yang menunggu giliran pembongkaran.
“Kami berharap pemerintah dapat melakukan pengerukan dan memperluas dermaga, agar dapat menampung banyak kapal yang ingin sandar untuk pembongkaran ikan,” ungkapnya.
Dikatakan Ramli, dalam satu bulan ada sekira 18 kapal asal Donggala yang melakukan pembongkaran ikan di PPI Tanjung Limau, dengan jumlah ikan mencapai 30 ton. Jumlah tersebut dipastikan bertambah jika area parkir kapal dapat diperluas.
“Pasti pada bongkar disini (PPI) kalau area sandarnya diperluas. Apalagi ikan yang dibongkar tidak hanya untuk Bontang saja, tapi juga daerah lainya di kaltim,” tambahnya. (*)
Laporan: Mansur
