Bontang. Satu hal menarik dari pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bontang, turut diikuti anak penyandang disabilitas atau lazim disebut anak berkebutuhan khusus (ABK). Dan, SMP Negeri 2 Bontang menjadi satu-satunya sekolah yang mengikutsertakan ABK pada ujian nasional tahun 2017.
Dijelaskan Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sumarji, ujian nasional yang diikuti 5 anak berkebutuhan khusus ini, berbasis kertas pensil (UNKP). Masing-masing peserta terdiri dari tiga anak yang tergolong autis, satu anak tergolong tuna rungu, dan satu siswa slow-learner atau siswa yang lambat dalam proses belajar.
“Sementara untuk jenis soal ujian, sama dengan soal siswa lain yang mengikuti UNBK (berbasis komputer),” terangnya.
Pelaksanaan UNKP bagi siswa Abk digelar empat hari, dengan batas waktu pengerjaan soal selama dua jam. Selain dijaga pengawas, para Abk ini pun turut mendapat pendampingan dari guru SMP Negeri 2 Bontang.
“Jadi tidak hanya pengawasa saja, tetap ada guru pendamping dalam pelaksanaan ujiannya,” tambah Sumarji.
SMP Negeri 2 Bontang diketahui telah melaksanakan ujian nasional (UN) bagi siswa berkebutuhan khusus selama dua tahun terakhir. Pada 2016 lalu, ujian nasional yang berbasis kertas pensil juga diikuti dua siswa penyandang disabilitas.(*)
Laporan: Yulianti Basri
