Uncategorized  

Tekan Kematian Ibu dan Bayi, Pemkot Bontang Galakkan Program Jampersal

Bontang. Dalam upaya memberi jaminan persalinan bagi keluarga kurang mampu yang tidak memiliki jaminan kesehatan, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Bontang gelar sosialisasi sekaligus penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU), bersama rumah sakit dan puskesmas yang ada di Kota Bontang, terkait pemberian jaminan persalinan (Jampersal) bagi masyarakat.

Terutama guna meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bersalin dan nifas, serta bayi baru lahir pada fasilitas pelayanan kesehatan yang kompeten.

Dikatakan Asisten Administrasi Pembangunan Pemkot Bontang Emlizar Muchtar, program dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini digunakan untuk membiayai persalinan, perawatan kehamilan resiko tinggi, dan kontrasepsi pasca salin yang dilakukan sebelum masa nifas di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Selain itu Jampersal juga dapat digunakan untuk pengadaan rumah tunggu persalinan, yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendekatkan diri pada fasilitas kesehatan yang akan dituju,” ujarnya.

Diharap Emizar, seluruh fasilitas kesehatan di Kota Bontang dapat mengaplikasikan program jaminan persalinan, guna mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

“Hal ini mengingat data yang ada, jumlah angka kematian ibu dan bayi di Bontang cukup tinggi, khususnya angka kematian bayi. Dimana pada tahun 2016 ada sebanyak 15 kematian bayi di Bontang,” terangnya.(*)

 

Laporan: Faisal

Exit mobile version