Bontang. Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menyatakan dukungan penuh terhadap rencana larangan membawa telepon genggam (HP) ke sekolah sekaligus mewacanakan penerapan jam malam bagi pelajar sebagai langkah melindungi generasi muda.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus Haris dalam wawancara usai menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bontang, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, penggunaan HP tanpa pengawasan menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi orang tua dan pemerintah. Di satu sisi teknologi memberikan manfaat, namun di sisi lain juga membuka peluang anak mengakses konten yang tidak sesuai apabila tidak diawasi.
Karena itu, Agus Haris mengajak masyarakat mendukung kebijakan Pemerintah Kota Bontang yang melarang siswa membawa HP ke dalam kelas agar proses belajar mengajar berlangsung lebih fokus. Ia juga menilai penerapan jam malam bagi pelajar SD, SMP, dan SMA perlu dipertimbangkan untuk mengurangi aktivitas anak di luar rumah hingga larut malam.
“Kita ingin menyelamatkan anak-anak kita. Kebijakan ini akan berhasil jika mendapat dukungan dari orang tua dan seluruh masyarakat,” katanya.
Selain itu, Agus Haris menyebut pemerintah akan meningkatkan pengawasan di sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya remaja, seperti rumah kos, penginapan, dan hotel. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap anak sekaligus menekan berbagai persoalan sosial di Kota Bontang.
