Bontang. Wali kota Bontang, Neni Moerniaeni meminta Kepala Dinas Kesehatan yang baru dilantik untuk mempercepat penanganan stunting di Kota Bontang.
Instruksi itu disampaikan usai pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dan pengukuhan kepala sekolah di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (21/05/2026) pagi.
Menurut Neni, persoalan stunting bukan sekadar angka statistik, melainkan ancaman serius bagi masa depan generasi muda Bontang.
“Tantangan stunting bukan sekadar deretan angka statistik, melainkan ancaman nyata bagi masa depan generasi Kota Bontang,” katanya.
Ia meminta Dinas Kesehatan bergerak cepat melalui intervensi spesifik dan melibatkan lintas sektor guna menekan angka stunting secara terpadu.
Selain itu, Neni juga menekankan pentingnya pelaksanaan timbang serentak balita pada Juni 2026 agar pemerintah memperoleh data valid sebagai dasar kebijakan penanganan stunting.
Tak hanya itu, Dinas Kesehatan juga diminta memastikan seluruh fasilitas kesehatan, baik RSUD maupun puskesmas, memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan tidak diskriminatif.
Wali Kota juga mendorong penguatan Universal Health Coverage (UHC) melalui pendekatan promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat.
