Bontang. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menargetkan peningkatan jumlah hewan kurban pada tahun ini. Hal tersebut disampaikannya usai Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah XXX Tahun 2026 di Halaman DPMPTSP, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, pada tahun sebelumnya jumlah hewan kurban mencapai sekitar 21 ekor. Tahun ini, pemerintah menargetkan sedikitnya 30 ekor hewan kurban yang akan disalurkan kepada masyarakat.
“Targetnya 30, kalau bisa lebih besar tentu lebih baik, karena ini untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem pembagian kurban tetap mengacu pada ketentuan, yakni satu ekor sapi untuk tujuh orang. Nama-nama peserta kurban nantinya akan dicatat dan diumumkan saat proses penyembelihan.
Selain itu, Neni juga menyoroti pentingnya regulasi terkait rokok elektrik atau vape. Ia mengungkapkan bahwa aturan kawasan tanpa rokok yang ada saat ini belum mencakup penggunaan rokok elektrik.
Pemerintah Kota Bontang pun berencana segera mengeluarkan peraturan wali kota (perwali) sebagai bentuk himbauan dan penguatan regulasi.
“Ke depan akan kita tambahkan, termasuk rokok elektrik, agar kawasan bebas rokok juga mencakup itu,” jelasnya.
Langkah ini diambil setelah adanya koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), mengingat potensi kandungan zat adiktif dalam rokok elektrik.
