100 Siswa Sekolah Rakyat di Samarinda Jalani Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Masuk Asrama

Samarinda. Sebanyak 100 siswa tingkat SMP hingga SMA yang akan bersekolah di Rintisan Sekolah Rakyat Kota Samarinda, Kalimantan Timur, mulai menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai syarat wajib sebelum memasuki asrama dan mengikuti proses belajar mengajar.

Pemeriksaan ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Samarinda dan berlangsung di Stadion Segiri. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan mata, gigi, tekanan darah, berat badan, tinggi badan, serta tes kesamaptaan fisik.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Samarinda, Nata Siswanto, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan ini bertujuan memastikan seluruh siswa dalam kondisi fisik yang prima sebelum menjalani pendidikan berasrama.

“Pemeriksaan ini akan menjadi syarat utama bagi siswa masuk ke asrama. Nantinya, kondisi fisik mereka juga akan dipantau secara berkala untuk mendukung proses pembelajaran yang optimal,” ujarnya.

Rintisan Sekolah Rakyat ini merupakan program pendidikan berbasis asrama yang dikhususkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Para siswa akan menempuh pendidikan secara gratis di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur, yang telah dipersiapkan sebagai lokasi sekolah dan asrama.

Kepala Sekolah Rintisan Sekolah Rakyat BPMP Samarinda, Hasyim, menyampaikan bahwa seluruh fasilitas sekolah sudah siap untuk menyambut siswa pada awal tahun ajaran baru.Dirinya berharap kehadiran Sekolah Rakyat ini dapat menjadi solusi pendidikan bagi masyarakat miskin dan menjadi langkah strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui akses pendidikan berkualitas.

“Gedung BPMP Samarinda sudah siap digunakan. Kami akan mulai proses pembelajaran pada tanggal 1 Agustus 2025. Sekolah ini hadir untuk meringankan beban masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap bisa meraih masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Program Sekolah Rakyat di Samarinda menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menyediakan akses pendidikan yang setara dan inklusif, serta membuktikan bahwa pendidikan adalah jembatan penting menuju kesejahteraan.