Bontang. Pupuk Kaltim melalui Creating Shared Value (CSV) berangkatkan 16 nelayan binaan yang tergabung dalam Koperasi Nelayan (Kopnel) Bontang Ekonomi Pariwisata dan Maritim (BEM), untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi Basic Safety Training (BST) dan Ahli Nautika Teknika Kapal Penangkap Ikan (ANKAPIN III) di Tegal Jawa Tengah. Pelepasan dilakukan General Manager Umum Nur Sahid, di GOR Pupuk Kaltim. Sabtu malam, 25 Agustus 2018.
Pelatihan ini bekerjasama dengan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Tegal, dan para nelayan akan mengikuti training selama 5 hari. Mulai 27 hingga 31 Agustus 2018.
Dijelaskan Manager CSR Pupuk Kaltim Dwi Pudyasmoro, kegiatan ini tidak lepas dari program yang telah direncanakan sejak 2016, terkait rencana bantuan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, yang akan memberikan 13 kapal berukuran 5 GT dan 3 kapal ukuran 3 GT pada Oktober 2018 mendatang. Dimana penerima disyaratkan wajib memiliki sertifikasi BST dan Ankapin III, sebelum mengoperasikan kapal bantuan tersebut.
“Pelatihan dilaksanakan selama satu minggu, berupa training dan teori. Dialanjutkan praktik di lapangan, dan sertifikasi selama dua minggu di Bontang nantinya,” ujar Dwi.
Sementara Nur Sahid mengatakan, program ini merupakan bentuk kepedulian Pupuk Kaltim kepada masyarakat pesisir dan nelayan di bufferzone perusahaan, agar para nelayan dapat meningkatkan taraf hidup lebih baik. Serta dapat menambah pendapatan, dengan terciptanya wiraswasta yang mampu mengatasi masalah ekonomi dan sosial dilingkungannya.
“Salah satunya melalui penciptaan bisnis ekonomi produktif yang berkelanjutan,” kata Nur Sahid.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang Syamsu Wardi yang hadir mewakili Pemerintah Kota Bontang pada kesempatan itu mengapresiasi upaya Pupuk Kaltim untuk meningkatkan kompetensi nelayan Bontang.
Hal tersebut kata dia sejalan dengan visi Smart City Pemkot Bontang, mengingat pelatihan BST dan Ankapin III merupakan peningkatan kompetensi bagi para nelayan, serta sebagai persayaratan dasar bekerja di dunia kemaritiman.
“Sebab semua ABK diharuskan punya Basic Safety Training (BST) dan nahkoda minimal memiliki Ankapin III sebelum nantinya mendapat bantuan kapal dari Kementerian KKP,” ucapnya.
Sementara Ketua Kopnel BEM Muchtar menjelaskan, seluruh nelayan yang berangkat merupakan nelayan tangkap yang sudah tergabung di Kopnel BEM. Ia pun mengucapkan terimakasih kepada Pupuk Kaltim, karena telah memberikan kesempatan anggotanya untuk mengikuti pelatihan tersebut.
“Kami harap apa yang telah diberikan Pupuk Kaltim melalui program CSV selama ini, dapat dirasakan manfaatnya oleh para nelayan,” harap dia. (*)
Laporan: Aris
