Bontang. Pemerintah Kota Bontang menetapkan sebanyak 17.053 warga sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) Tahun 2026. Penetapan tersebut dilakukan usai rapat pleno Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan Kota Bontang Tahun 2025 yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Jumat (30/1/2026) pagi.
Melalui rapat pleno tersebut, sebanyak 17.053 orang atau 4.997 kepala keluarga dinyatakan sah dan tervalidasi sebagai penerima bantuan. Dengan dikuncinya data penerima, Pemerintah Kota Bontang memastikan program BLTD Tahun 2026 siap untuk segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa rampungnya proses verifikasi dan validasi menjadi fondasi penting dalam penyaluran bantuan.
“Finalisasi data ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak sejak proses pendataan di lapangan hingga validasi akhir. Dengan data yang sudah dikunci dan tervalidasi, kami memastikan BLTD Tahun 2026 dapat disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Program BLTD akan disalurkan melalui rekening bank masing-masing penerima setiap bulan selama 12 bulan. Bagi warga yang belum memiliki rekening, pemerintah daerah bekerja sama dengan pihak perbankan untuk memfasilitasi pembukaan rekening baru. Setiap penerima akan memperoleh bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan. Sementara itu, bagi penyandang disabilitas, bantuan akan diberikan secara berkelanjutan tanpa batas waktu sebagai bentuk perlindungan sosial jangka panjang.
Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menyampaikan bahwa penetapan penerima BLTD telah melalui proses verifikasi berlapis.
“Verifikasi dilakukan mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan, kemudian diplenokan di tingkat kota. Data yang masuk kami sesuaikan dengan kondisi riil di lapangan agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, perubahan jumlah penerima dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti penambahan anggota keluarga baru, perubahan status sosial masyarakat, serta penyesuaian dan perbaikan data administrasi kependudukan.
Berdasarkan hasil verifikasi, penerima BLTD tersebar di tiga kecamatan. Kecamatan Bontang Selatan menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 8.566 jiwa, disusul Bontang Utara sebanyak 6.034 jiwa, dan Bontang Barat sebanyak 2.453 jiwa. Para penerima berasal dari kategori fakir miskin, yatim piatu, lansia terlantar, serta penyandang disabilitas.
Sebagai penanda dimulainya program BLTD Tahun 2026, pada kesempatan yang sama Pemerintah Kota Bontang juga menyerahkan bantuan sebesar Rp300 ribu secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat.



