210 Warga Bontang Tercatat Alami Gangguan Jiwa, Dinkes Gelar Sosialisasi TPKJM

Bontang. Sebanyak 210 warga Kota Bontang tercatat mengalami gangguan jiwa. Data tersebut dihimpun Dinas Kesehatan dari enam puskesmas yang tersebar di tiga kecamatan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bontang menggelar sosialisasi dan advokasi bagi Tim Penggerak Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) pada Rabu (3/9/2025) di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang.

TPKJM terdiri dari unsur perangkat daerah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, akademisi, hingga tamu undangan lainnya. Melalui kegiatan ini, para peserta diberikan pemahaman serta ilmu untuk lebih peduli dan responsif terhadap kesehatan jiwa di lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bachtiar Mabe, menyebut dari 210 warga dengan gangguan jiwa, baru 166 orang yang sudah mendapatkan penanganan.

“Saat ini terdapat 210 orang dengan gangguan jiwa yang terdata, namun baru 166 orang yang mendapatkan penanganan. Karena itu, penting bagi kita semua membangun sinergi agar masyarakat tidak hanya memperoleh layanan kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan jiwa yang memadai,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan kesehatan merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kesehatan adalah pondasi utama dalam meningkatkan kualitas hidup. Saya berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah efektif untuk menggerakkan masyarakat, sekaligus mendorong kerja sama dan partisipasi aktif semua pihak demi peningkatan kesehatan jiwa,” ujar Agus Haris.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi secara daring oleh akademisi Universitas Airlangga Surabaya, Hanik Endang Nihayati. Dalam presentasinya, ia menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam penanganan kesehatan jiwa, termasuk penguatan dukungan sosial, layanan kesehatan primer yang responsif, serta penghapusan stigma terhadap penderita gangguan jiwa.

 

Writer: Nazar
Exit mobile version