Bontang. Sebanyak 30 nelayan mitra binaan Pupuk Kaltim dari wilayah Gusung, Loktuan, Malahing, Tihi-tihi, Tanjung Limau, Bontang Kuala dan Selangan ikuti pelatihan servis mesin donfen dan ketinting. Jumat, 31 Agustus 2018
Pelatihan yang digelar Departemen CSR Pupuk Kaltim ini bekerjasama dengan Himpunan Pembudidaya Perikanan dan Kelautan (HPPK) Bontang Kuala, untuk menambah pengetahuan dan keterampilan servis mesin donfen dan ketinting bagi para nelayan, agar keterampilan yang telah dimiliki bisa digunakan untuk membuka bengkel servis mesin.
“Pelatihan ini juga diharap mampu membantu nelayan dalam mengatasi kerusakan mesin, saat berada di tengah laut maupun ketika di darat,” ujar Ketua Pelaksana Pelatihan Irma Safni.
Pelatihan ini merupakan komitmen Pupuk Kaltim melalui program CSR, dalam memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri. Selain juga Pupuk Kaltim telah melakukan berbagai pembinaan, khususnya dalam sektor usaha di masyarakat.
“Dan melalui pelatihan ini, para peserta diharap mampu lebih mandiri, dengan berwirausaha mendirikan bengkel mesin kapal di lingkungan masing-masing,” terang Superintendent Bina Lingkungan dan Kemitraan Udiyanto, saat membuka pelatihan.
Pelatihan ini pun mendapat apresiasi Pemerintah Kota Bontang, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3). Diungkapkan Kepala Bidang Budidaya dan Perikanan Tangkap DKP3 Bontang Syamsu Wardi, pelatihan ini sangat membantu masyarakat nelayan, dalam menekan biaya perawatan mesin kapal.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang tak henti berkiprah untuk kesejahteraan masyarakat Bontang,” ucap Syamsyu Wardi.
Pelatihan berlangsung selama 8 hari, dengan total 56 jam. Menghadirkan instruktur dari Lembaga Pelatihan Kerja Putra Mandiri Samarinda.
Dijelaskan Sunardi selaku instruktur, pada pelatihan ini para peserta akan mendapatkan teori 20 persen dan praktek 80 persen. Peserta diharapkan dapat memanfaatkan pelatihan ini, guna memperoleh ilmu untuk dikembangkan bagi diri sendiri maupun masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Nantinya para peserta pelatihan akan mendapatkan materi mulai dari pengenalan keselamatan kerja, pengetahuan alat perkakas dan alat ukur, dasar-dasar mesin diesel 4 langkah, perawatan dan ganggung mesin, hingga evaluasi,” terang Sunardi.(*)
Laporan: Sary | Faisal
