657 NIB Terbit, Wali Kota Bontang Pastikan Wirausaha Baru Tak Sekadar Terdaftar

Bontang. Pemerintah Kota Bontang mencatat tren positif dalam penumbuhan wirausaha baru. Hingga pertengahan September 2026, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) di Kota Bontang telah menembus angka 657 unit, melampaui target tahunan daerah sebanyak 500 wirausaha baru.

Capaian tersebut dipaparkan di pembukaan Pelatihan Digital Office Administration Berbasis Google Workspace dan Pembuatan Konten Visual Media Sosial yang digelar di Gedung Auditorium 3 Dimensi Kota Bontang, Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama BPVP Samarinda bersama LPK Aptekkom dan LPK Suvi Training Bontang.

Meskipun capaian NIB melampaui target, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri. Pemkot menekankan pentingnya proses monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan unit usaha yang terdaftar benar-benar aktif berkembang.

“Target visi-misi kami adalah menciptakan 500 wirausaha baru dalam satu tahun. Untuk NIB, jumlahnya sudah melampaui target, yakni mencapai 657. Namun, monitoring dan evaluasinya dilakukan Dinas Tenaga Kerja berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan. Kami perlu melihat berapa yang sudah melakukan uji mandiri dan benar-benar menjalankan usahanya, bukan sekadar coba-coba membuat NIB,” ucapnya.

Untuk memperkuat sistem pengawasan dan pemetaan keterampilan warga, Wali Kota Neni menginstruksikan OPD terkait membuat dashboard data digital yang terintegrasi real-time.

“Harus punya dashboard. Dinas Tenaga Kerja ada dashboard-nya. Berapa tenaga kerja, berapa pengangguran, saya kira ada semua ya. UMKM juga saya minta OPD-OPD punya, sekarang kan serba digitalisasi,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala BPVP Samarinda, Eka Cahyana Adi, menyampaikan bahwa pembekalan keterampilan digital seperti yang diselenggarakan bersama LPK Aptekkom dan LPK Suvi Training menjadi kunci utama penguatan wirausaha baru maupun tenaga kerja siap pakai di platform modern seperti Career Hub Kemenaker dan LinkedIn.

“Total LPK yang ada di Bontang ada 42. Kalau masing-masing LPK mengusulkan 10 paket saja, maka target pemerintah Bontang untuk wirausaha baru insyaallah akan terealisasi dan terus tumbuh,” katanya.