Uncategorized  

Belum Menikah Bisa Huni Rusunawa Api-api, Tiga Bulan Pertama Gratis

Bontang. Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan, dan Pertanahan (DPKPP) memastikan jika calon penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Kelurahan Api-api Bontang Utara, dibolehkan bagi warga yang belum menikah. Meski sebelumnya hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang telah berkeluarga.

Menurut Sekretaris DPKPP Bontang Maksi Dwiyanto, status calon penghuni yang sudah menikah maupun yang belum tidak menjadi penghambat untuk dapat menempati rusunawa ini. Meski calon penghuni dengan status menikah tetap menjadi prioritas utama bisa menghuni rusunawa api-api.

“Kini siapapun bisa, tapi tetap diprioritaskan bagi warga yang telah menikah,” kata dia, saat ditemui usai rapat bersama DPRD Bontang beberapa waktu lalu.

Menariknya, Pemerintah pun memutuskan untuk menggratiskan biaya sewa pada bulan Oktober hingga Desember 2017, sebagai upaya promosi rusunawa api-api kepada masyarakat. Keputusan itu menurut Maksi, juga dilakukan karena belum adanya aturan terkait penarikan retribusi sewa kamar di rusunawa yang belum dihibahkan oleh pemerintah pusat tersebut.

“Makanya untuk tiga bulan pertama akan kami gratiskan biaya sewa,” tambahnya.

Mengetahui hal itu, Anggota Komisi III Dprd Bontang Rusli, menilai keputusan Pemerintah yang mengizinkan warga dengan status ‘bujang’ bisa menempati rusunawa terbilang cukup berisiko. Sebab dikhawatirkan dapat menimbulkan aksi kriminalitas, atau menjadi tempat untuk berbuat hal tidak senonoh.

“Maka dari itu kami berharap pihak pengelola dapat lebih selektif dalam memilih calon penghuni rusunawa yang berstatus single, termasuk meningkatkan keamanan dan pengawasannya,” ujar Rusli.

Rusunawa api – api dibangun diatas lahan seluas 1,2 hektare dengan konsep twin block berlantai lima, dengan jumlah kamar 192 unit. Launching rusunawa rencananya bertepatan dengan HUT Kota Bontang ke-18 pada 12 Oktober 2017 mendatang.

Untuk tahap pertama, ditarget sebanyak 150 penghuni dapat menempati rusunawa, yang saat ini baru terdaftar sebanyak 52 calon.(*)

 

Laporan: Sary | Aris