Bontang. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Taman Bontang tengah melaksanakan pembangunan Water Treatment Plant (WTP) Recycle, guna daur ulang air limbah yang sebelumnya terbuang percuma, menjadi air baku untuk diolah menjadi air bersih.
Selain menjaga lingkungan lebih bersih, adanya WTP Recycle juga dinilai dapat lebih menghemat pasokan air, karena angka kebocoran dapat lebih ditekan.
Bahkan WTP Recycle air limbah menurut Direktur PDAM Suramin, sebagai antisipasi kesulitan mendapatkan air baku. Hal itu sesuai hasil produktifitas WTP Recycle pertama, dengan kapasitas 15 liter perdetik yang telah beroperasi sejak beberapa waktu lalu.
“Sementara WTP kedua dibangun berdekatan dengan WTP Bhayangkara, berkapasitas 20 liter perdetik. Progres pembangunannya kini mencapai 50 persen,” ujar Suramin.
Dengan pembangunan WTP Recycle air limbah menjadi air baku, Suramin optimis dapat menekan angka kebocoran hingga 300 meter kubik perharinya. Apalagi kebocoran pabrik yang sebelumnya mencapai 15 persen, kini turun menjadi 6 persen pasca dibangunnya WTP Recycle air limbah pertama.
“Dengan penambahan WTP daur ulang kedua ini, ditargetkan dapat lebih menekan kebocoran hingga 2 persen lagi,” tambahnya.
Dari hasil uji laboratorium, WTP Recycle diketahui memiliki standar air bersih, dengan sifat konvensional. Sama halnya dengan WTP yang ada, melalui sejumlah proses seperti sedimentasi hingga filtrasi.(*)
Laporan: Yuli | Nasrul
