Uncategorized  

Kurang Berkembang, Bahasa Isyarat Indonesia di Bontang Perlu Didukung

Bontang. Tidak banyak yang mengetahui tentang bahasa isyarat, biasanya bahasa isyarat digunakan untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), dimana mereka berkomunikasi dengan mengunakan isyarat-isyarat berupa gerakan tubuh untuk menyampaikan apa yang mereka maksudkan. ABK yang biasanya menggunakan bahasa insyarat diantaranya penyandang tuna rungu, tuna daksa, dan tuna wicara.

Mereka memerlukan pendampingan apabila hendak menyampaikan maksud mereka kepada orang lain, dan pendamping tersebut itulah yang nantinya menjelaskan apa yang dimaksudkan oleh ABK kepada lawan bicaranya sehingga interaksi sosial mereka dapat berjalan lancar.

Nurul Baity yang merupakan salah satu orang yang menjadi pendamping dalam bahasa insyarat di kota Bontang mengungkapkan bahwa dirinya masih merasakan kurangnya perkembangan yang mempelajari bahasa isyarat yang ada di kota Bontang. Dijelaskannya bahwa dalam mempelajari bahasa isyarat adalah harus mengetahui terlebih dahulu bahasa isyarat dalam bentuk huruf. Dan para ABK seperti tuna rungu dan tuna wicara harus selalu diberikan pendampingan agar komunikasi yang diberikan bisa dipahami oleh lawan bicaranya.

“ABK ini pada saat di ruang publik untuk berkomunikasi harus dengan cara menuliskan atau dengan menggunakan handphone agar tetap dimengerti,” jelasnya.

Sementara itu, Rizky dan Rika yang merupakan ABK melalui Nurul mengatakan bahwa mereka berharap orang-orang yang memiliki keterbatasan komunikasi harus diterima oleh masyarakat dimanapun mereka berada. Dan masyarakat harus dapat terbuka untuk mempelajari bahasa isyarat.

Laporan: Yahya