Uncategorized  

Pedagang Harapkan Tahu dan Tempe Segera Ada Kembali di Pasaran

Bontang. Sudah 2 hari tahu dan tempe tidak beredar lagi di pasar yang ada di kota Taman, hal tersebut disebabkan karena aksi mogok produksi yang digelar oleh produsen tahu dan tempe di Kota Bontang. Harga bahan baku tahu dan tempe berupa kedelai yang harganya melambung menyebabkan para produsen memilih untuk stop produksi terlebih dahulu sembari menunggu seolusi dari pemerintah.

Hilangnya tahu dan tempe tersebut disayangkan oleh para penjual yang ada di Pasar Telihan, mereka berharap tahu dan tempe dapat segera ada lagi di pasaran. Agustina yang merupakan salah satu pedagang yang ada di Pasar Telihan mengatakan bahwa sudah semenjak hari Rabu kemarin tahu dan tempe tidak mereka dapatkan dari para produsen, dan sebelum menghilang dari pasaran harga tahu dan tempe sempat mengalami kenaikan.

“Harapannya harga tempe dan tahu tetap stabil dan tidak menjadi lebih mahal, karena pembeli juga akan berkurang kalo harganya jadi mahal,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Satirah yang juga merupakan penjual di Pasar Telihan, dia mengatakan karena adanya kenaikan harga kedelai yang mencapai 20% dari harga biasanya menyebabkan hilangnya tahu dan tempe dari seluruh pasar di Kota Bontang. Walaupun mengaku tidak ada keluhan dari pembeli, Satirah tetap berharap tahu dan tempe bisa segera ada kembali di pasaran walaupun nantinya harganya akan naik.

“Kalo nanti harganya naik, ya saya jual naik, kalo harganya turun ya saya jual turun. Pedagang kan ya kayak gitu aja, ngikut aja,” ucapnya.

Untuk diketahui, saat ini Persatuan Perajin Tahu Tempe (PPTT) di Bontang sedang menggelar aksi mogok produksi dari tanggal 27 hingga 28 Mei 2021. Aksi ini sebagai sikap atas tidak adanya solusi dari pemerintah atas mahalnya harga bahan baku kedelai.

Laporan: Rudy