Uncategorized  

Tiga Peserta Terbaik PKN II 2024 Asal Kaltim Terima Penghargaan atas Proyek Perubahan Inovatif

Samarinda. Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II tahun 2024 yang berlangsung di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur memberikan penghargaan kepada lima peserta terbaik atas keberhasilan mereka dalam menyusun proyek perubahan inovatif. Penghargaan ini diberikan kepada lima pejabat tinggi pratama dari berbagai daerah yang dinilai berhasil menyusun proyek perubahan yang relevan dan inovatif selama pelatihan berlangsung.

Dari lima penerima penghargaan, tiga di antaranya merupakan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim. Kelima peserta terbaik tersebut adalah:
1. Indah Puspitasari, Kepala Rumah Sakit Jiwa Daerah Atma Husada Mahakam Kaltim
2. Adriani Idrus, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Parepare
3. Reza Faisal Saleh, Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Selatan
4. Yusliando, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim
5. Ririn Sari Dewi, Kepala Dinas Pariwisata Kaltim

Pelatihan yang diadakan sejak 8 Juli hingga 1 November 2024 ini diikuti oleh 57 peserta dari berbagai instansi pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi program tahunan yang diselenggarakan oleh BPSDM Kaltim dan berfokus pada peningkatan kompetensi manajerial dan struktural pejabat tinggi pratama.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para peserta yang berhasil menyusun proyek perubahan inovatif dalam pelatihan kali ini. Menurutnya, kegiatan PKN II sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas para pejabat, terutama dalam memimpin perubahan di lingkup pemerintahan masing-masing.

“Pelatihan PKN II ini dilaksanakan dalam berbagai bentuk pembelajaran, termasuk pembelajaran klasikal, mandiri melalui Learning Management System (LMS), dan distance learning. Melalui rangkaian ini, para peserta dibekali kemampuan dalam menyusun proyek perubahan yang ditujukan untuk diterapkan di instansi masing-masing,” terangnya.

Keberhasilan lima peserta yang meraih penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta lainnya dalam menyusun inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi kemajuan pemerintahan dan pelayanan publik di Indonesia.