Tenggarong. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) resmi memulai program Kick Off Vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD), Rabu (tanggal sesuai kegiatan). Kegiatan ini dipusatkan di SD Negeri 028 Tenggarong dan menjadi langkah awal dalam upaya pengendalian penyebaran DBD di wilayah tersebut.
Peluncuran vaksinasi ditandai secara simbolis dengan pelepasan balon oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab Kukar, Dafip Haryanto, didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Kusnandar.
Setelah seremoni pembukaan, para pejabat meninjau langsung proses pemberian vaksin kepada para siswa di SD Negeri 028. Program ini menargetkan enam sekolah dasar di Kecamatan Tenggarong, dengan total 3.000 dosis vaksin yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.
Dafip Haryanto dalam keterangannya menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kaltim atas dukungan penuh terhadap pelaksanaan program vaksinasi ini. Ia mengungkapkan bahwa tren kasus DBD di Kukar dalam beberapa tahun terakhir cukup tinggi dan beberapa di antaranya menyebabkan kematian.
“Melalui program vaksinasi ini, kami ingin melakukan intervensi nyata untuk menekan angka kesakitan akibat DBD, khususnya di Kecamatan Tenggarong. Harapannya, kegiatan ini mendapat dukungan dari semua pihak demi mewujudkan generasi muda yang sehat di Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Selain itu, Dafip juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga pola hidup bersih dan sehat. Ia menegaskan bahwa pemberantasan sarang nyamuk dan jentik melalui gerakan 3M (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang) tetap menjadi langkah pencegahan paling efektif yang harus terus digalakkan.
Ia juga meminta dukungan lintas sektor, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, para camat, lurah, kepala desa, hingga kepala sekolah, agar program vaksinasi DBD ini dapat berjalan optimal dan menjangkau seluruh sasaran.
Dengan dimulainya vaksinasi ini, Pemkab Kukar berharap dapat menekan kasus DBD dan melindungi anak-anak dari risiko penyakit yang bisa berakibat fatal tersebut.



