Samarinda. Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2025, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda kembali menggelar Festival Bangga Kencana untuk ketiga kalinya. Kegiatan ini berlangsung meriah di Stadion GOR Segiri Samarinda dan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri.
Festival tahun ini mengusung tema “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju” dan melibatkan partisipasi aktif dari 10 kecamatan dan 59 kelurahan se-Kota Samarinda. Diawali dengan penampilan dari para Duta Generasi Berencana (Genre) Kota Samarinda, festival ini menjadi wadah edukasi sekaligus hiburan untuk masyarakat dengan fokus pada pentingnya peran keluarga dalam pembangunan bangsa.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan komitmen bersama Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, yang melibatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta perwakilan kecamatan dan kelurahan.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri menyampaikan bahwa Festival Bangga Kencana adalah bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap program nasional pencegahan stunting.
“Keterlibatan semua elemen, dari tingkat keluarga hingga pemerintah daerah, menjadi kunci utama dalam upaya penurunan angka stunting di Kota Samarinda. Festival ini merupakan bagian dari sinergi besar tersebut,” ujar Saefuddin.
Sementara itu, Plt Kepala DPPKB Samarinda, Isfihani, menuturkan bahwa program penguatan keluarga akan terus dikampanyekan, mencakup seluruh tahapan usia mulai dari balita hingga lanjut usia (lansia).
“Kami ingin memberikan dampak positif, terutama dalam edukasi dan perhatian khusus bagi para lansia. Harapannya, masyarakat bisa lebih peduli dan terlibat aktif dalam membina kehidupan keluarga di setiap jenjang usia,” jelas Isfihani.
Ia juga menambahkan, Festival Bangga Kencana diharapkan menjadi sarana efektif dalam menekan angka pernikahan dini serta memperkuat penerapan budaya keluarga nasional di Kota Samarinda.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan semata, tetapi juga sarana membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat.



