Stok Beras Menurun, Pemprov Kaltim Panggil Distributor

Samarinda. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali memanggil sejumlah distributor beras dari berbagai daerah menyusul menurunnya stok beras di pasaran. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Kantor Gubernur Kaltim dengan agenda membahas penyebab berkurangnya ketersediaan beras serta langkah penanganannya.

Penurunan stok beras ini dipicu oleh adanya isu beras oplosan dan ketidaksesuaian standar yang diterapkan pemerintah. Kondisi tersebut berdampak langsung pada menurunnya pasokan di pasaran hingga memicu kenaikan harga beras, bahkan melewati harga eceran tertinggi (HET).

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menegaskan pemerintah provinsi tengah mengupayakan program pengadaan beras yang cukup untuk seluruh wilayah Kaltim. Ia meminta masyarakat tidak panik karena sejumlah langkah telah disiapkan, termasuk program operasi pengoptimalan lahan untuk meningkatkan swasembada pangan.

“Kami optimis pemuda Kaltim mampu bersaing dan berkembang dalam meningkatkan kualitas pertanian di Kalimantan Timur,” ujar Rudy Mas’ud.

Sementara itu, salah satu distributor beras Kaltim, Erwin, mengaku stok beras yang dikelolanya mengalami penurunan hingga 75 persen. Hal ini terjadi akibat sulitnya memperoleh gabah karena tingginya persaingan antar-distributor. Meski begitu, ia memastikan akan terus berusaha menambah pasokan beras dalam waktu mendatang.

Fenomena kelangkaan beras ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat luas. Mereka berharap pemerintah bergerak cepat agar persoalan ini tidak semakin meluas dan ketersediaan beras kembali stabil.

 

Writer: Hendrikus Gantur