Kukar  

Tokoh Adat Dayak Desak Pemerintah Atasi Konflik Lahan di Jahab

Tenggarong. Konflik agraria di Kelurahan Jahab, Kabupaten Kutai Kartanegara, kembali memanas dan menyita perhatian publik. Puluhan tokoh besar adat Dayak dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah hadir, mendukung penyelesaian sengketa antara masyarakat adat dengan PT Budi Duta Agro Makmur (BDAM).

Ribuan massa dari aliansi Laskar Mandau Adat Dayak dan aliansi lintas suku turut menggelar demonstrasi besar-besaran di depan Kantor Polres Kutai Kartanegara.

Di antara tokoh yang hadir adalah Rudolf, Panglima Besar Komando Pertahanan Adat Dayak sekaligus Panglima Besar Laskar Mandau Adat Kalimantan Bersatu Lintas Suku dan Agama. Dalam orasinya, ia mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap konflik yang sudah berlarut puluhan tahun.

“Pihak PT BDAM telah melakukan pelanggaran hukum dan aturan daerah di Kutai Kartanegara. Kami meminta kepolisian, pemerintah, maupun pengadilan untuk benar-benar menegakkan keadilan bagi masyarakat Kalimantan Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPD RI, Yulianus Henock, yang ikut memantau langsung aksi tersebut, memberikan apresiasi atas solidaritas masyarakat adat Dayak dan elemen masyarakat lain. Ia menekankan pentingnya netralitas aparat penegak hukum.

“Kami harap aparat hadir secara adil di tengah masyarakat adat Jahab, dan para investor harus menghormati aturan adat di tanah Kalimantan,” ujarnya.

Masyarakat berharap pemerintah pusat, daerah, hingga lembaga peradilan hadir sebagai penengah yang bijak, agar konflik agraria yang telah berlangsung lama ini bisa menemukan titik penyelesaian.

 

Writer: Hendrikus Gantur